PSPK – 23 April 2026 | Di Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Banten, hamparan sawah seluas 679 hektare kini menjadi contoh transformasi pertanian dari tradisional ke modern.
Latar Belakang
Selama bertahun‑tahun, petani di wilayah ini mengandalkan metode tradisional dengan hasil terbatas. Pada tahun 2021, Dike Cidrasari, seorang penyuluh pertanian yang akrab dipanggil “Kartini Lebak”, mulai memperkenalkan pendekatan berbasis teknologi untuk meningkatkan produktivitas.
Inovasi Pertanian Modern
Dike mengedukasi kelompok tani tentang:
- Penggunaan traktor dan alat mekanisasi
- Varietas benih unggul
- Penerapan pemupukan seimbang antara organik dan non‑organik
- Penggunaan pestisida secara tepat dan ramah lingkungan
- Sistem tanam jajar legowo
Dengan pendekatan praktis dan turun langsung ke lapangan, petani lebih mudah menerima perubahan.
Dampak Terhadap Petani
Sejak adopsi teknologi, produktivitas sawah meningkat secara signifikan. Petani muda kini menanam cabai, pepaya, tomat, bawang, serta buah‑buah seperti melon, semangka, dan jeruk. Kelompok tani berusia 45‑70 tahun pun mulai beralih karena keuntungan yang jelas.
Contoh nyata terlihat pada Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Pasir Kupa. Dalam satu musim panen, mereka mampu meraih pendapatan antara Rp5 juta hingga Rp8 juta dari komoditas kacang panjang dan ubi jalar.
Penghargaan dan Motivasi
Berbekal dedikasi, Dike memperoleh penghargaan Penyuluh PNS Teladan 2022 tingkat Provinsi Banten dan Nasional, yang diserahkan oleh Plt Gubernur Banten dan Menteri Pertanian.
Motivasi Dike bersumber dari keluarga; orang tuanya juga penyuluh pertanian. Sejak kecil ia terbiasa mengunjungi desa‑desa binaan, menumbuhkan cita‑cita untuk mewujudkan swasembada pangan.
Harapan ke Depan
Dike percaya bahwa dengan terus menguatkan kelompok tani, kesejahteraan petani akan meningkat, mengurangi kemiskinan, dan memperkuat ketahanan pangan daerah.












