PSPK – 19 April 2026 | Pada hari Kamis, 16 April 2026, hujan deras mengguyur saat Kaposwil PRR Aceh, Safrizal ZA, tiba di huntara (hunian sementara) Jamur Ujung, Desa Wonosobo, Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah, Aceh. Ia menelusuri bilik-bilik dengan payung untuk menyapa para penyintas.
Safrizal didampingi Wakil Bupati Bener Meriah, Armia, serta Kepala Pelaksana BPBD Bener Meriah, Safriadi. Mereka meninjau fasilitas yang menampung 89 kepala keluarga korban banjir.
Reje, kepala desa Wonosobo, menyambut rombongan di bawah gerimis. Menurut Reje, seluruh penghuni dalam keadaan sehat dan mendapatkan perhatian dari pemerintah desa.
Etos Kerja Warga
Setelah melihat beberapa bilik kosong, Safrizal menanyakan keberadaan penghuni. Reje menjelaskan mayoritas warga sedang bekerja memetik kopi di kebun sekitar. “Alhamdulillah, saya acungi jempol atas etos kerja warga Bener Meriah. Mereka memang terkenal rajin, ramah, dan sabar,” ujar Kaposwil Safrizal.
Interaksi dengan Penyintas
Safrizal berjumpa dengan seorang ibu yang sedang merapikan barang-barang keluarganya, serta Fatmawati, perempuan berusia 66 tahun yang tinggal sendiri. Dalam candaan, Safrizal menanyakan apakah Fatmawati mengenal Pak Sukarno. Fatmawati menjawab sambil tersenyum, “Saya yang menjahit bendera merah putih.” Fatmawati mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan bantuan peralatan dapur yang diterimanya.
Bantuan dan Rencana Hunian Tetap
Kaposwil memastikan semua kepala keluarga di huntara menerima bantuan serupa dan meninjau kesiapan lahan untuk pembangunan hunian tetap (huntap). Berdasarkan data BPBD Bener Meriah, terdapat empat lokasi huntap komunal: satu di Blang Rakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, atas lahan hibah Dinas Pertanian Aceh, dan tiga lokasi lainnya di atas lahan hibah Pemerintah Kabupaten Bener Meriah.
| Kategori | Unit |
|---|---|
| Rusak Ringan | 118 |
| Rusak Sedang | 84 |
| Rusak Berat | 807 |
Data tahap I mencatat 97 unit rusak berat akan dibangun secara in‑situ, 617 melalui relokasi mandiri, dan 93 melalui relokasi terpusat. Pada tahap II, masih dalam proses verifikasi, tercatat 522 unit rumah.
Safrizal menegaskan bahwa Aceh kini berada dalam fase transisi darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi. Pembangunan hunian tetap serta fasilitas publik akan dipercepat sesuai rencana induk pemulihan.












