PSPK – 01 April 2026 | Jakarta, 1 April 2026 – PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) resmi mengaktifkan Container Yard (CY) 2 Merapi di Provinsi Sumatera Selatan sebagai bagian dari upaya memperkuat distribusi energi melalui moda kereta api. Pengoperasian fasilitas ini menjadi langkah konkret dalam menanggapi kebijakan pembatasan angkutan batu bara di jalan umum yang mulai berlaku sejak 1 Januari 2026.
Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menegaskan bahwa CY 2 Merapi tidak hanya menambah volume pengiriman, melainkan juga menjadi solusi atas tantangan distribusi energi yang semakin kompleks. Ia menyatakan, “Pemanfaatan jalur rel menjadi alternatif yang lebih aman, patuh terhadap regulasi, serta mampu menekan ketergantungan pada angkutan berbasis jalan raya.”
Fasilitas baru ini dirancang dengan kapasitas teoritis hingga tiga juta ton batu bara per tahun, dengan potensi peningkatan seiring optimalisasi operasional dan pertumbuhan permintaan energi di wilayah tersebut.
Berikut beberapa manfaat yang diharapkan dari peralihan ke transportasi rel:
- Meningkatkan keselamatan publik dengan mengurangi lalu lintas truk berat di jalan umum.
- Menurunkan beban pemeliharaan infrastruktur jalan akibat berat kendaraan.
- Menekan biaya logistik secara keseluruhan melalui efisiensi jarak tempuh dan volume muatan.
- Mengurangi risiko kecelakaan dan kemacetan yang sering terjadi pada rute truk batu bara.
Kebijakan larangan operasional truk batu bara di jalan umum di Sumsel tercantum dalam Instruksi Gubernur Sumsel Nomor 500.11/004/INSTRUKSI/DISHUB/2025. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk melindungi infrastruktur jalan dan meningkatkan keselamatan publik.
Media nasional, termasuk Bisnis Indonesia, menilai pengoperasian CY 2 Merapi sebagai bagian dari transformasi logistik energi yang lebih berkelanjutan. Sementara itu, Kontan menyoroti potensi percepatan integrasi rantai pasok batu bara dari hulu ke hilir melalui moda transportasi yang lebih efisien.
Dengan kehadiran CY 2 Merapi, KAI Logistik optimis dapat memperkuat posisinya dalam ekosistem logistik energi nasional serta mendukung kebijakan pemerintah dalam menciptakan distribusi batu bara yang lebih tertib, aman, dan berkelanjutan.












