PSPK – 04 April 2026 | Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) terus memperkuat konsolidasi organisasinya di Provinsi Banten. Di bawah pimpinan KH Asep Saifuddin Chalim, jaringan ini hampir menyelesaikan pembentukan kepengurusan di delapan kabupaten dan kota.
Pelantikan pengurus cabang JKSN Kabupaten dan Kota Tangerang dilaksanakan pada 3 April 2026 di Pondok Pesantren Miftahul Khoir, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. Dalam sambutannya, KH Asep menegaskan bahwa JKSN tidak dimaksudkan sebagai organisasi kecil bersifat sementara, melainkan sebagai kekuatan besar yang mampu memberi kontribusi signifikan dalam dinamika keumatan nasional.
Acara pelantikan juga menyertakan pengukuhan pengurus cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten dan Kota Tangerang. KH Asep menilai keberadaan JKSN dan Pergunu saling melengkapi: JKSN fokus pada konsolidasi kiai dan santri serta pengembangan sumber daya manusia berbasis nilai kebangsaan, sementara Pergunu berperan meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kesejahteraan guru.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara kiai, santri, dan guru sebagai fondasi pembangunan umat yang berkelanjutan. “Kiai, santri, dan guru harus berjalan dalam satu barisan. Keunggulan ilmu harus dibarengi kemandirian ekonomi dan kekompakan organisasi,” tegasnya.
KH Asep juga mengajak seluruh elemen umat untuk meningkatkan kapasitas diri dan memperkuat kemandirian ekonomi. Ia menyoroti solidaritas internal sebagai kunci menghadapi tantangan global, baik di bidang geopolitik maupun ekonomi, serta mengingatkan agar perbedaan ideologis tidak memicu perpecahan. Contohnya, ia menyebut ketahanan masyarakat Muslim di Iran yang tetap kuat meski berada di bawah tekanan internasional berkat solidaritas internal.
Indonesia memiliki potensi sumber daya alam dan manusia yang melimpah. Karena itu, peran kiai, santri, dan guru dianggap vital dalam mendorong kemandirian umat sekaligus mempercepat kemajuan bangsa.
Dengan hampir selesainya struktur kepengurusan JKSN di Banten, organisasi ini optimis dapat memperkuat gerakan sosial‑keagamaan yang berorientasi pada persatuan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.












