PSPK – 02 April 2026 | Bulannya Syawal menjadi momentum penting bagi umat Islam setelah menunaikan puasa Ramadan. Di samping puasa enam hari Syawal, banyak muslim juga melaksanakan puasa Ayyamul Bidh, yaitu puasa pada hari‑hari putih (13, 14, 15 Hijriyah). Artikel ini mengulas jadwal, niat, tata cara, serta apakah boleh menggabungkan keduanya pada tahun 2026.
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh pada Bulan Syawal 2026
| Kalender | Hari 13 Syawal | Hari 14 Syawal | Hari 15 Syawal |
|---|---|---|---|
| Kemenag RI | Kamis, 2 April 2026 | Jumat, 3 April 2026 | Sabtu, 4 April 2026 |
| Kalender Muhammadiyah (KHGT) | Rabu, 1 April 2026 | Kamis, 2 April 2026 | Jumat, 3 April 2026 |
Penentuan tanggal tersebut mengikuti perkiraan awal Syawal 1447 H, yaitu 21 Maret 2026 menurut Kemenag dan 20 Maret 2026 menurut Muhammadiyah.
Apakah Boleh Menggabungkan Puasa Syawal dengan Ayyamul Bidh?
- Penyatuan niat (tasyrik): Dalam fikih, dua ibadah sunnah yang memiliki tujuan serupa dapat digabungkan dalam satu niat.
- Dua pahala sekaligus: Bila seseorang berpuasa enam hari Syawal dan jatuh pada tanggal 13‑15 Syawal, ia otomatis memperoleh pahala puasa Ayyamul Bidh.
- Prioritas niat: Disarankan menjadikan niat utama puasa Syawal karena bersifat khusus pada bulan Syawal, sedangkan Ayyamul Bidh akan tercakup secara otomatis.
Niat dan Tata Cara Pelaksanaan
- Niat dapat diucapkan pada pagi hari sebelum makan atau minum pertama, atau cukup dalam hati.
- Contoh lafal niat Puasa Ayyamul Bidh: Nawaitu sauma ayyamil bidh sunnatan lillahi ta’ala.
- Contoh lafal niat Puasa Syawal: Nawaitu sauma ghadin ‘an adai sunnatis Syawwali lillahi ta’ala.
- Untuk niat gabungan, cukup niat puasa Syawal sambil mengharapkan pahala Ayyamul Bidh.
Tahapan Puasa
- Sahur: Disarankan untuk makan sahur sebagai bekal fisik dan spiritual.
- Menahan diri: Menjaga diri dari makan, minum, dan hal‑hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
- Adab dan lisan: Hindari perkataan buruk, ghibah, atau emosi berlebih selama berpuasa.
- Buka puasa: Segera berbuka saat adzan Maghrib, dilanjutkan dengan doa berbuka.
Dengan menggabungkan kedua puasa ini, seorang Muslim dapat memperoleh keutamaan setara puasa setahun penuh, sekaligus mempertahankan konsistensi ibadah setelah Ramadan.
Informasi ini dirangkum berdasarkan data resmi Kementerian Agama RI, pedoman Muhammadiyah, serta kajian fikih dari sumber-sumber terpercaya.












