PSPK – 18 April 2026 | Setelah berakhirnya bulan Syawal, kalender Islam melangkah ke bulan Dzulqa’dah, bulan kesebelas yang sering dianggap sebagai masa transisi. Meski terlihat sepi, Dzulqa’dah menyimpan nilai sakral tinggi dan rangkaian peristiwa penting yang menjadikannya salah satu bulan paling mulia dalam syariat.
Jadwal 1 Dzulqa’dah 1447 H (2026 Masehi)
| Referensi Kalender | Tanggal Masehi |
|---|---|
| Kalender Hijriah Indonesia (Kementerian Agama RI) | Minggu, 19 April 2026 |
| Kalender Hijriah Global Tunggal (Muhammadiyah) | Sabtu, 18 April 2026 |
Keistimewaan Bulan Dzulqa’dah
Secara etimologis, kata Dzulqa’dah berasal dari bahasa Arab yang berarti “duduk” atau “beristirahat”. Pada masa pra‑Islam, suku‑suku Arab menghentikan aktivitas perang dan perdagangan untuk bersiap melakukan perjalanan ke Tanah Suci. Bulan ini menjadi pintu gerbang pertama menuju Asyhurul Hajj, rangkaian persiapan spiritual dan material menjelang ibadah haji dan kurban.
Peristiwa Penting dalam Sejarah Islam yang Terjadi pada Bulan Dzulqa’dah
- Perjanjian Hudaibiyah (6 H) – Kesepakatan damai antara kaum Muslimin Madinah dengan kaum Quraisy Makkah yang membuka jalan penyebaran Islam secara luas di Jazirah Arab.
- Bai’at Ridhwan – Sumpah setia para sahabat kepada Nabi Muhammad SAW di bawah pohon ketika terdengar kabar bohong tentang pembunuhan Utsman bin Affan; sumpah ini mendapat pujian dalam Al‑Qur’an.
- Umrah Nabi Muhammad SAW – Seluruh empat kali ibadah umrah yang dilakukan oleh Nabi tercatat berlangsung pada bulan Dzulqa’dah, kecuali umrah yang digabungkan dengan haji wada’.
Dengan mengetahui jadwal awal bulan dan memahami keistimewaannya, umat Islam dapat memanfaatkan Dzulqa’dah sebagai momentum meningkatkan ketakwaan, menahan diri dari perbuatan maksiat, serta memperbanyak amal baik menjelang Idul Adha dan bulan Dzulhijjah.
Semoga persiapan spiritual pada bulan Dzulqa’dah memperkuat niat dan kesiapan hati untuk menyambut ibadah haji, kurban, serta semua amal ibadah yang akan datang.












