PSPK – 15 April 2026 | Pramuka, singkatan dari Praja Muda Karana, merupakan organisasi kepanduan yang bertujuan membentuk karakter, keterampilan, disiplin, dan rasa tolong‑menolong pada generasi muda Indonesia.
Hari Pramuka diperingati setiap tanggal 14 Agustus. Penetapan tanggal tersebut mengacu pada upacara peresmian Gerakan Pramuka kepada masyarakat luas pada tahun 1961, ketika Presiden Soekarno menyerahkan panji gerakan kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai simbol kebangkitan kepanduan nasional.
Sejarah singkat kepanduan di Indonesia dapat dibagi menjadi tiga fase utama:
- Masa Hindia‑Belanda (1912‑1941): Kepanduan dimulai dengan pendirian cabang Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO) di Batavia pada 1912, kemudian berganti nama menjadi NIPV. Pada 1916, Mangkunegara VII mendirikan Javaansche Padvinders Organisatie (JPO) sebagai organisasi kepanduan pribumi pertama. Berbagai organisasi berbasis agama juga muncul, dan pada 1934 Baden‑Powell mengunjungi beberapa kota di Indonesia.
- Masa Pascakemerdekaan (1945‑1960): Kongres Kesatuan Kepanduan Indonesia 1945 menghasilkan Pandu Rakyat Indonesia sebagai satu-satunya organisasi nasional, namun fragmentasi tetap terjadi karena adanya lebih dari seratus organisasi kepanduan yang tergabung dalam Perkindo.
- Proses Kelahiran Gerakan Pramuka (1961): Presiden Soekarno dan Sri Sultan Hamengku Buwono IX menginisiasi peleburan semua organisasi ke dalam satu wadah. Empat tahapan penting yang menandai proses tersebut adalah:
- 9 Maret 1961 – Peresmian nama Pramuka (Hari Tunas).
- 20 Mei 1961 – Penerbitan Keppres No. 238 Tahun 1961 (Hari Permulaan Tahun Kerja).
- 20 Juli 1961 – Ikrar para wakil organisasi untuk meleburkan diri di Istora Senayan (Hari Ikrar).
- 14 Agustus 1961 – Peluncuran resmi Gerakan Pramuka ke masyarakat (Hari Pramuka).
Struktur keanggotaan Pramuka dibagi berdasarkan usia, yaitu:
- Siaga: 7‑10 tahun
- Penggalang: 11‑15 tahun
- Penegak: 16‑20 tahun
- Pandega: 21‑25 tahun
Melalui metode belajar sambil melakukan dan kegiatan di alam terbuka, Pramuka berupaya menumbuhkan generasi yang berakhlak mulia, patriotik, serta peduli pada lingkungan dan keutuhan NKRI. Setiap tahun pada 14 Agustus, peringatan ini mengingatkan seluruh bangsa akan pentingnya persatuan, semangat kebangsaan, dan kontribusi pemuda dalam pembangunan negara.












