PSPK – 22 April 2026 | Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Rektor Universitas Ary Ginanjar (UAG), Dyah Utami Aryanti, hadir dalam simposium Bridging Minds and Machines: The Synergy of AI and Psychology for High Performing Talents di Auditorium Universitas Ary Ginanjar, Jakarta, Selasa, 21 April 2026.
Dyah menekankan bahwa kecerdasan buatan yang berkembang pesat tidak boleh lepas dari nilai‑nilai kemanusiaan, empati, dan kesadaran moral. “Kita tidak dapat bergantung pada teknologi semata. Jika teknologi masuk ke kehidupan kita tanpa batas yang jelas, kita akan kehilangan arah,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya mengintegrasikan tiga dimensi kecerdasan: intelektual, emosional, dan moral (IQ, EQ, dan SQ). Menurutnya, “Jika hanya mengandalkan IQ, kita akan tertinggal. Talent terbaik adalah mereka yang menguasai IQ, EQ, dan SQ, serta mampu memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.”
Rektor UAG menambahkan bahwa universitas kini tidak hanya fokus pada peningkatan pengetahuan akademik, melainkan juga mengajarkan kemampuan emosional dan moral kepada mahasiswa. “Kuasai IQ EQ dan SQ menjadi kunci agar perempuan tidak terjebak di bawah kontrol AI,” katanya.
Sejalan dengan semangat Kartini, Dyah mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk meneladani keberanian Kartini yang melampaui batas zamannya. Ia menggambarkan Kartini sebagai sosok visioner yang selalu mempertanyakan nasib perempuan lain, bukan hanya kepentingan pribadi.
Menutup pidatonya, Rektor UAG menyampaikan harapan bahwa perempuan Indonesia terus mengasah kompetensi akademik, integritas, dan kepedulian sosial, sehingga kemampuan mereka dapat berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.












