Project Seru Penuh Kejutan

Foto Penikam Nus Kei hingga Tewas Beredar: Polisi Tangkap Dua Tersangka, Tersangka Diancam Hukuman Berat

April 22, 2026 • 0 Views
Foto Penikam Nus Kei hingga Tewas Beredar: Polisi Tangkap Dua Tersangka, Tersangka Diancam Hukuman Berat
Foto Penikam Nus Kei hingga Tewas Beredar: Polisi Tangkap Dua Tersangka, Tersangka Diancam Hukuman Berat

PSPK – 22 April 2026 | Kasus penikam Nus Kei yang mengakibatkan tewasnya Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora, kembali menjadi sorotan utama media nasional. Foto-foto kejadian yang sempat viral kini diiringi dengan penangkapan dua tersangka yang sebelumnya hanya menjadi saksi mata. Kedua pelaku, Hendrikus Rahayaan (28) dan Finansius Ulukyanan (36), resmi ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa, 21 April 2026, dan langsung dijebloskan ke Rutan Polda Maluku.

Penangkapan dan Pengamanan Maksimal

Menurut keterangan Komisaris Besar Polisi Rositah Umasugi, proses penangkapan berlangsung dengan pengawalan super ketat. Kedua tersangka dipindahkan dari Maluku Tenggara ke Ambon menggunakan armada kepolisian bersenjata, demi menghindari potensi upaya pelarian atau intervensi eksternal. “Sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polda Maluku tadi malam,” ujar Rositah dalam konferensi pers singkat.

Latihan Hukum dan Pasal yang Dikenakan

Polisi menyatakan bahwa kedua pelaku dijerat dengan pasal berlapis, termasuk dugaan pembunuhan berencana. Ancaman hukuman yang dihadapi sangat berat, mulai dari penjara 20 tahun, hukuman seumur hidup, hingga pidana mati, tergantung pada hasil persidangan dan pertimbangan hakim. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik Polda Maluku menyelesaikan pemeriksaan intensif terhadap bukti-bukti, termasuk rekaman CCTV di area Bandara Karel Sadsuitubun serta hasil forensik pada senjata tajam yang digunakan.

Rekonstruksi Kejadian di Bandara

Insiden penikam Nus Kei terjadi pada Minggu, 19 April 2026, sekitar pukul 11.25 WIT, sesaat setelah korban tiba dari Jakarta. Menurut laporan resmi, korban tiba di area kedatangan bandara dalam keadaan tenang. Namun, tak lama kemudian, seorang tak dikenal menyerang dengan sebilah pisau, menikam korban hingga tewas di tempat. Pelaku melarikan diri dengan cepat, meninggalkan saksi yang kebingungan.

Saksi mata menyebut bahwa suasana bandara berubah menjadi panik dalam hitungan detik. Petugas keamanan segera melakukan pengamanan, namun pelaku berhasil menghilang sebelum tim kepolisian tiba. Foto-foto yang diambil oleh penonton saat kejadian kemudian menyebar luas di media sosial, memicu kemarahan publik dan menuntut penegakan hukum yang tegas.

Respons Publik dan Media

Setelah foto-foto penikam Nus Kei beredar, warganet memberikan komentar keras terhadap keamanan di wilayah Maluku Tenggara. Banyak yang menilai bahwa aparat harus meningkatkan pengawasan di tempat-tempat strategis seperti bandara. Di sisi lain, sejumlah organisasi hak asasi manusia menekankan pentingnya proses hukum yang adil bagi kedua tersangka, mengingat potensi pengaruh politik dalam kasus ini.

  • Polisi menegaskan bahwa penyelidikan tidak dipengaruhi faktor politik.
  • Keluarga korban menuntut keadilan dan menolak segala bentuk intimidasi.
  • Masyarakat menunggu hasil persidangan yang transparan.

Langkah Selanjutnya

Setelah penetapan tersangka, kedua pelaku kini menjalani pemeriksaan lanjutan di Ambon. Penyelidikan masih mencakup upaya mengidentifikasi jaringan atau motivasi di balik serangan tersebut. Polda Maluku berjanji akan terus memperbaharui informasi kepada publik melalui kanal resmi, sekaligus meningkatkan koordinasi dengan unit intelijen untuk mencegah insiden serupa di masa depan.

Kasus penikam Nus Kei menegaskan kembali tantangan keamanan di wilayah Indonesia bagian timur, terutama dalam melindungi tokoh-tokoh publik. Dengan penangkapan dua tersangka, proses hukum kini dapat berjalan sesuai prosedur, memberikan harapan bahwa keadilan akan ditegakkan secara penuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *