PSPK – 25 April 2026 | Jumat, 24 April 2026 – Turnamen Piala Thomas-Uber 2026 yang digelar di Horsens, Denmark, menyuguhkan pemandangan mengesankan bagi tim bulutangkis China. Dengan kemenangan bersih 5-0 atas Australia pada nomor putra dan kemenangan impresif 5-0 pada nomor putri melawan Ukraina, China menegaskan kembali posisinya sebagai raksasa dunia badminton. Di tengah sorotan, pemain tunggal putri Chen Yufei menjadi tokoh utama yang memperlihatkan performa tajam dan konsisten.
Laga Pembuka Chen Yufei
Pada lapangan 1, Chen Yufei memulai pertandingan melawan Sofiia Lavrova dari Ukraina. Dengan pola permainan yang cepat, serangan smash yang terarah, dan pertahanan yang hampir tak terpelajari, Chen menutup set pertama dengan skor 21-9. Pada set kedua, ia kembali mengendalikan ritme, memaksa lawan melakukan kesalahan dan menutup pertandingan 21-14. Kemenangan dua set lurus ini menambah keunggulan tim Uber Cup China menjadi 2-0.
Performa China di Seluruh Turnamen
Tim putra China tidak kalah impresif. Shi Yuqi membuka pertandingan melawan Ephraim Stephen Sam (Australia) dengan skor 21-14, 21-10. Pasangan ganda Liang Weikeng/Wang Chang menambah keunggulan menjadi 2-0 setelah mengalahkan Rizky Hidayat/Jack Yu 21-11, 21-12. Li Shifeng, peringkat ketujuh dunia, menghabisi Shreya Dhand (Australia) dalam tiga game yang menegangkan, menunjukkan ketangguhan mental dengan skor akhir 21-15, 17-21, 21-16. Ganda kedua Chen Boyang/Liu Yi menutup agenda dengan kemenangan 21-8, 21-12, sedangkan tunggal terakhir Lu Guangzu menambah poin terakhir dengan 21-7, 21-6.
Detail Skor dan Statistik
- Chen Yufei vs Sofiia Lavrova: 21-9, 21-14
- Han Yue vs Anastasiia Alymova: 21-7, 21-12
- Xu Wenjing vs Raiia Almalalha: 21-6, 21-6
- Jia Yifan/Zhang Shuxian vs Anastasiia Alymova/Mariia Stoliarenko: 21-13, 21-12
- Li Yijing/Luo Xumin vs Raiia Almalalha/Sofia Lavrova: 21-5, 21-8
Statistik di atas menegaskan dominasi China tidak hanya pada satu cabang, melainkan menyebar di seluruh nomor, baik tunggal maupun ganda. Keunggulan rata‑rata poin per set berada di atas 20, mencerminkan perbedaan kualitas teknik dan taktik dibanding lawan.
Analisis Taktik Chen Yufei
Chen Yufei menampilkan taktik permainan yang matang. Ia mengandalkan footwork cepat untuk menutup area lapangan, memaksa lawan melakukan pukulan tinggi yang mudah di‑counter. Serangan smash diarahkan ke sudut lapangan yang paling lemah, sementara drop shotnya menciptakan variasi ritme yang membuat lawan tertekan. Konsistensi dalam service dan return juga menjadi faktor kunci yang mengurangi peluang lawan mencetak poin.
Reaksi dan Harapan Kedepan
Pelatih tim nasional China, Li Yongbo, menyatakan kepuasan atas performa tim namun tetap menekankan pentingnya menjaga fokus pada setiap pertandingan. “Kami tidak akan berpuas diri. Setiap lawan memiliki potensi, dan kami harus terus berinovasi,” ujarnya dalam konferensi pers. Sementara itu, Chen Yufei mengaku bangga bisa berkontribusi pada kemenangan tim, namun menekankan bahwa target utama tetap pada persiapan Olimpiade 2028.
Turnamen ini juga menjadi ajang pembuktian bagi tim lain, seperti India yang berhasil mengalahkan Kanada pada nomor putra meski sempat tertekan pada pertandingan pertama. Namun, jarak poin yang besar antara China dan kompetitor lain menunjukkan perlunya strategi lebih agresif dari negara‑negara lain bila ingin menantang dominasi Tiongkok di masa mendatang.
Dengan kemenangan telak pada fase pembuka, China kini menatap babak selanjutnya dengan kepercayaan diri tinggi. Jika konsistensi performa seperti yang ditunjukkan Chen Yufei dan rekan‑rekannya dapat dipertahankan, peluang mereka untuk merebut gelar juara akhir tampak sangat kuat.












