PSPK – 22 April 2026 | PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menatap peluang strategis dari program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang digalakkan oleh PLN. Melalui joint venture Trina Mas Agra Indonesia (TMAI) serta unit usaha energi terbarukan lainnya, DSSA berencana memperluas lini bisnis panel surya untuk mendukung dekarbonisasi energi nasional.
Joint Venture TMAI dan Kapasitas Produksi
TMAI merupakan perusahaan patungan antara anak perusahaan DSSA, PT Daya Sukses Makmur Selaras, Trina Solar Co. Ltd, dan PT PLN Indonesia Power Renewables. Pabrik sel dan modul surya terintegrasi berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal, Jawa Tengah, mulai beroperasi pada Juni 2025 dengan total investasi lebih dari Rp 1,5 triliun. Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi sebesar 1 GW per tahun, setara dengan sekitar 1,4 juta lembar panel surya setiap tahun. Produk yang dihasilkan menggunakan teknologi i‑TOPCon (N‑type) dengan efisiensi di atas 23 % dan daya output hingga 720 W‑peak per unit.
Proyek PLN dan Kebutuhan PLTS
Pada semester I‑2026, PLN menyiapkan 21 proyek PLTS dan PLTS + Battery Energy Storage System (BESS) yang tersebar di tujuh provinsi, dengan total kapasitas 513 MWp. Proyek‑proyek ini dijadwalkan mencapai Commercial Operation Date (COD) antara 2026‑2029. Selain itu, PLN berencana mengganti 2.396 unit pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di 741 lokasi, dengan proyeksi kebutuhan PLTS mencapai 3,21 GWp untuk mendukung program dedieselisasi.
Strategi DSSA dan Fokus Pasar
Strategi penjualan saat ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pasar domestik, terutama sektor utilitas melalui penyediaan modul surya untuk proyek strategis PLN. Selain itu, DSSA menargetkan segmen komersial dan industri yang mengadopsi PLTS atap untuk kebutuhan operasional mereka.
Usaha Lain di Bidang Energi Terbarukan
Selain melalui TMAI, DSSA mengembangkan bisnis energi surya melalui PT Daya Mas Agra Sejahtera, yang menawarkan sistem tenaga surya atap (rooftop solar PV) bagi sektor industri dan komersial. Perusahaan juga memperluas portofolio energi baru dan terbarukan (EBT) dengan menggarap proyek panas bumi.












