PSPK – 02 April 2026 | Bitung, Sulawesi Utara – Pada Kamis 2 April 2026, gempa dengan magnitudo 7,6 mengguncang perairan dekat Bitung. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) resmi mengakhiri status peringatan dini tsunami pada pukul 09.56 WIB setelah hasil pemantauan tidak menunjukkan adanya kenaikan muka air laut yang membahayakan.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyatakan bahwa observasi di sejumlah titik pantai terdampak tidak menemukan indikasi signifikan peningkatan permukaan laut. Berdasarkan temuan tersebut, peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir.
Sebelum pencabutan, status siaga tsunami telah diterapkan di sekitar sepuluh wilayah pesisir sebagai langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi dampak lanjutan. Langkah ini merupakan bagian dari prosedur standar dalam menghadapi gempa kuat di wilayah pesisir.
Meskipun peringatan telah dicabut, BMKG menegaskan bahwa aktivitas gempa susulan terus dipantau secara ketat. Pemantauan berkelanjutan bertujuan memastikan kondisi tetap aman dan memberikan informasi cepat bila terjadi perubahan signifikan.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tidak lengah. Warga diminta mengikuti informasi resmi, menghindari penyebaran kabar yang belum terverifikasi, serta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan kondisi bangunan di sekitarnya.
Berikut beberapa langkah yang disarankan bagi warga di wilayah terdampak:
- Tetap mengikuti peringatan resmi melalui media pemerintah.
- Hindari area pantai hingga kondisi dinyatakan aman.
- Periksa kerusakan struktural pada rumah atau gedung.
- Siapkan barang darurat seperti air bersih, makanan, dan lampu senter.
- Laporkan setiap kerusakan atau bahaya kepada pihak berwenang.
Keputusan pencabutan peringatan diharapkan dapat menurunkan kepanikan publik, namun kesiapsiagaan tetap penting mengingat aktivitas seismik di wilayah tersebut masih berlangsung.












