Project Seru Penuh Kejutan

Biaya Meroket Tajam, Pakar Petrokimia UPER Soroti Tantangan Berat Industri Plastik

April 20, 2026 • 0 Views
Biaya Meroket Tajam, Pakar Petrokimia UPER Soroti Tantangan Berat Industri Plastik
Biaya Meroket Tajam, Pakar Petrokimia UPER Soroti Tantangan Berat Industri Plastik

PSPK – 20 April 2026 | Lonjakan harga minyak mentah global akibat konflik di Timur Tengah menimbulkan efek domino pada sektor hilir, terutama pada bahan baku plastik. Menurut data Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), harga plastik naik antara 40 hingga 60 persen pada April 2026.

Pakar petrokimia Universitas Pertamina, Wegik Dwi Prasetyo, menjelaskan bahwa kenaikan minyak mentah langsung meningkatkan harga nafta, bahan baku utama pembuatan olefin. Olefin selanjutnya menjadi komponen utama industri plastik sehingga biaya produksi polimer dalam negeri melonjak tajam.

Di Indonesia, kilang minyak masih lebih difokuskan pada produksi bahan bakar transportasi. Kapasitas produksi nafta domestik hanya 7,1 juta ton per tahun, jauh di bawah kebutuhan nasional sekitar 9,2 juta ton. Akibatnya, negara harus mengimpor sekitar 2,1 juta ton nafta, sebagian besar dari kawasan Timur Tengah yang kini terganggu pasokannya.

Akibat kenaikan biaya bahan baku, konsumen akan merasakan harga kantong plastik, kemasan pangan, dan botol minuman yang lebih tinggi. Sektor ritel dan FMCG juga terancam mengalami volatilitas harga.

Langkah mitigasi yang disarankan

  • Diversifikasi sumber impor bahan baku plastik ke wilayah yang tidak terlibat konflik.
  • Optimalisasi penggunaan gas alam domestik melalui teknologi Gas‑to‑Olefins (GTO).
  • Peningkatan kapasitas kilang petrokimia nasional serta pembangunan fasilitas produksi nafta baru.
  • Percepatan pengembangan bioplastik dan peningkatan daur ulang plastik.
  • Implementasi program Global Greenchem Innovation and Network Programme (GGINP) yang dikelola UPER bersama mitra internasional untuk mendorong kimia hijau.

Program GGINP mendukung riset inovatif, termasuk produksi bio‑oil dari ko‑pirolisis pelepah kelapa sawit dan polistirena, serta pengembangan kurikulum Teknik Kimia berfokus pada proses berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat menurunkan ketergantungan industri plastik pada rantai pasok fosil dan selaras dengan tujuan SDG 9 dan 12.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *