PSPK – 02 April 2026 | Puasa enam hari di bulan Syawal dikenal memiliki pahala yang setara dengan puasa selama satu tahun penuh. Karena itu, banyak umat Islam berusaha menyelesaikannya tepat setelah Idul Fitri. Namun, perbedaan penetapan awal bulan Syawal antara lembaga keagamaan dapat memengaruhi batas akhir puasa. Berikut rangkuman jadwal resmi di Indonesia untuk tahun 2026.
Perbedaan Penetapan Kalender
Di Indonesia, dua otoritas utama yang mengeluarkan kalender Hijriah adalah Muhammadiyah melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag). Kedua kalender tersebut memiliki tanggal 1 Syawal 1447 H yang berbeda, sehingga otomatis memengaruhi tanggal terakhir bulan Syawal.
| Pembuat Kalender | Awal 1 Syawal 2026 | Jumlah Hari Syawal | Batas Akhir |
|---|---|---|---|
| Muhammadiyah (KHGT) | Jumat, 20 Maret 2026 | 29 hari | Jumat, 17 April 2026 |
| Kementerian Agama RI | Sabtu, 21 Maret 2026 | 30 hari | Minggu, 19 April 2026 |
Fleksibilitas Pelaksanaan Puasa Syawal
Syariat memberikan kelonggaran: enam hari puasa tidak harus dilakukan secara berturut‑turut. Jika ada keperluan pekerjaan atau acara keluarga, puasa dapat dipecah menjadi hari‑hari terpisah sepanjang bulan Syawal. Namun, mayoritas ulama menyarankan agar puasa dilakukan secara berurutan, idealnya dari tanggal 2 hingga 7 Syawal, karena dianggap lebih utama (afdal) dan mengurangi risiko terhambat oleh uzur di akhir bulan.
Prioritas Qadha Puasa Ramadan
Sebelum memulai puasa sunnah Syawal, sebaiknya umat menyelesaikan qadha (puasa yang tertunda) Ramadan terlebih dahulu. Hal ini memastikan bahwa kewajiban puasa Ramadan terpenuhi dan syarat memperoleh fadhilah puasa enam hari di Syawal dapat dipenuhi secara sah.
Dengan pertengahan April 2026 yang semakin dekat, periksa kembali catatan puasa Anda. Manfaatkan jadwal di atas sebagai pengingat agar tidak melewatkan kesempatan meraih pahala besar melalui puasa Syawal.












