PSPK – 10 April 2026 | Dominasi lembaga swasta dalam penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mencapai angka 95 persen, menandakan tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah untuk memperkuat layanan pendidikan awal anak.
Dirjen PAUD Dikdasmen, Gogot Suharwoto, menekankan pentingnya komitmen pemerintah dalam sektor ini. Ia menyatakan bahwa tingginya proporsi PAUD yang dikelola oleh pihak swasta menuntut pendekatan kolaboratif melalui kemitraan lintas sektor.
- UNESCO
- UNICEF
- Tanoto Foundation
- ARNEC
Kolaborasi dengan organisasi internasional dan lembaga non‑pemerintah diharapkan dapat memperkuat aspek pendanaan, sumber daya manusia, serta inovasi pembelajaran.
| Sumber Dana | Tingkat Pemerintahan |
|---|---|
| Anggaran Pendidikan | Pusat |
| Bantuan Daerah | Provinsi/Kabupaten |
| Program Desa | Desa |
Gogot juga menyoroti langkah teknologi sebagai bagian dari strategi penguatan layanan. Pemerintah telah mendistribusikan papan interaktif digital ke sekitar 64.000 lembaga PAUD, memberikan sarana pembelajaran berbasis teknologi bagi anak‑anak usia dini.
Habibah Abdul Rahim, Direktur Sekretariat SEAMEO, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan implementasi roadmap regional ASEAN‑SEAMO. Pendekatan kolaboratif diharapkan dapat meningkatkan kualitas PAUD secara merata di seluruh Indonesia.
Dengan memperkuat kemitraan, memperluas sumber pendanaan, dan memanfaatkan teknologi, pemerintah berharap layanan PAUD dapat lebih inklusif, berkualitas, dan siap mendukung program wajib belajar 13 tahun.












