PSPK – 04 Maret 2026 | Jakarta, 3 Maret 2026 – Xiaomi resmi memperkenalkan rangkaian flagship terbarunya di Indonesia, yakni Xiaomi 17 Series dan Xiaomi Pad 8 Series, dalam sebuah acara bergengsi yang diadakan di ibu kota. Peluncuran ini menandai langkah strategis perusahaan dalam memperluas ekosistem AIoT serta mengokohkan posisinya di segmen premium pasar smartphone dan tablet Tanah Air.
Rangkaian Xiaomi 17 Series: Kolaborasi Leica dan Snapdragon 8 Elite
Seri Xiaomi 17 hadir dalam tiga varian utama: Xiaomi 17, Xiaomi 17 Ultra, dan edisi khusus Leica Leitzphone. Semua varian dibekali chipset Snapdragon 8 Elite, menjanjikan performa kelas atas untuk gaming, AI, serta aplikasi berat. Kamera menjadi daya tarik utama, berkat kolaborasi mendalam dengan produsen kamera legendaris Leica. Sistem kamera mengusung teknologi Essential Leica Imagery, memungkinkan pengambilan foto dengan detail tinggi dalam segala kondisi cahaya.
Menurut Andi Renreng, Marketing Director Xiaomi Indonesia, “Lompatan teknologi pada Xiaomi 17 Series merupakan manifestasi kolaborasi kami dengan Leica melalui Strategic Co‑creation Model. Sinergi ini memungkinkan integrasi teknologi yang lebih mendalam secara end‑to‑end, dengan fokus utama pada inovasi optik masa depan.”
- Xiaomi 17: bodi aluminium 6M42, bezel tipis 1,18 mm, berat 191 gram, harga mulai Rp14.999.000.
- Xiaomi 17 Ultra: bodi lebih ramping 8,29 mm, berat 218,4 gram, perlindungan Xiaomi Shield Glass 3.0 dan sertifikasi IP68, harga Rp19.999.000.
- Leica Leitzphone: edisi kolektor dengan finishing premium, detail harga belum diumumkan.
Selama periode penjualan perdana (7‑15 Maret 2026), pembeli varian Ultra akan menerima bonus Photography Kit eksklusif, sementara pembeli Xiaomi 17 akan mendapatkan Xiaomi Smart Band 9 Pro.
Xiaomi Pad 8 Series: Tablet Flagship dengan HyperOS 3
Pada sisi tablet, Xiaomi meluncurkan Pad 8 Series yang terdiri atas Pad 8 Pro dan Pad 8. Kedua perangkat menonjolkan konsep “Powerfully Productive” untuk profesional, content creator, dan pelajar.
Pad 8 Pro menjadi tablet Android paling powerful di kelasnya, ditenagai Snapdragon 8 Elite, layar 3.2K 144 Hz, baterai 9.200 mAh dengan dukungan 67 W HyperCharge, serta menjalankan HyperOS 3 berbasis Android 16. Fitur utama meliputi PC‑level WPS Office, multitasking desktop, dan Xiaomi HyperAI untuk produktivitas berbasis AI.
Pad 8, dengan chipset Snapdragon 8s Gen 4, menawarkan performa tinggi namun dengan harga lebih terjangkau. Kedua tablet mengusung desain tipis (Pad 8: 5,75 mm, 485 gram) dan baterai yang sama besar, menjadikannya pilihan ideal untuk pekerjaan remote maupun hiburan.
Karin A. Amalia, Xiaomi Ecosystem Product Marketing, menjelaskan, “Kami ingin menghadirkan kekuatan layer dengan format lebih ringan, lebih ringkas, dan lebih fleksibel, sehingga pengguna dapat membuat proposal kreatif, mengedit video, atau merancang desain kompleks dengan pengalaman yang smooth seperti di PC.”
Harga dan Ketersediaan
Berbagai varian Xiaomi 17 Series dibanderol mulai Rp14,9 juta, sedangkan Pad 8 Series memiliki harga mulai Rp7,49 juta, menjadikannya pilihan kompetitif dibandingkan produk flagship kompetitor. Penjualan resmi dimulai pada 7 Maret 2026 melalui kanal resmi Xiaomi Indonesia, e‑commerce partner, serta gerai ritel utama di seluruh Indonesia.
Dengan kombinasi spesifikasi premium, ekosistem AIoT yang terintegrasi, serta strategi harga yang agresif, Xiaomi tampaknya menargetkan segmen menengah‑atas hingga premium untuk memperluas pangsa pasar di tengah persaingan ketat antara merek‑merek global.
Keberhasilan peluncuran ini akan sangat dipengaruhi pada respons konsumen terhadap nilai tambah kolaborasi Leica serta performa HyperOS 3 yang masih baru di pasar tablet Indonesia. Namun, antusiasme awal menunjukkan potensi penjualan yang kuat, terutama mengingat tren peningkatan kebutuhan perangkat produktivitas pasca‑pandemi.
Secara keseluruhan, peluncuran Xiaomi 17 Series dan Pad 8 Series menandai babak baru bagi Xiaomi di Indonesia, menggabungkan inovasi kamera profesional, daya komputasi tinggi, serta pengalaman pengguna yang disempurnakan melalui software HyperOS. Jika pasar menyambut positif, langkah ini dapat memperkuat posisi Xiaomi sebagai pemimpin teknologi konsumen di Asia Tenggara.












