PSPK – 28 Maret 2026 | Miami – Bintang golf dunia Tiger Woods, berusia 50 tahun, ditangkap pada Jumat, 27 Maret, setelah mengalami kecelakaan mobil yang berakhir dengan kendaraan terbalik di daerah perumahan Jupiter Island, Florida. Polisi setempat menahan Woods dengan tuduhan mengemudi di bawah pengaruh alkohol (DUI), meskipun hasil tes napas menunjukkan batas legal.
Setelah penahanan selama delapan jam di penjara daerah, Woods dibebaskan dan kembali ke mobil pada malam harinya. Foto-foto penangkapan memperlihatkan mata merah dan janggut tipis, menandakan kondisi yang kurang stabil. Petugas narkoba yang memeriksa di lokasi menyatakan Woods tampak “lesu” dan kemungkinan terpengaruh oleh zat lain, meskipun tidak ada narkoba atau obat-obatan yang ditemukan di dalam kendaraan.
Budensiek menekankan bahwa kecelakaan ini berpotensi jauh lebih fatal. “Jika ada kendaraan lain yang datang dari arah berlawanan, konsekuensinya bisa jauh lebih serius,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kecepatan Woods sebelum kecelakaan belum dapat dipastikan, namun truk yang terlibat telah memperlambat laju untuk berbelok sebelum Woods mencoba menyalip.
Presiden Donald Trump menyampaikan simpati kepada Woods melalui pernyataan singkat di Miami, menyebutnya sebagai “teman dekat” yang sedang mengalami kesulitan.
Kasus ini bukan pertama kalinya Woods berurusan dengan hukum terkait mengemudi. Pada 2017, ia juga ditangkap di Jupiter karena mengemudi dalam keadaan mengantuk dan mengaku menggunakan kombinasi obat pereda nyeri. Lima tahun sebelumnya, Woods terlibat dalam kecelakaan serius di California yang mengakibatkan cedera pada kaki kanannya, memaksa ia menggunakan pen dan penyangga tulang.
Sejak itu, Woods berjuang kembali ke lapangan, berpartisipasi di turnamen Masters 2022, dan baru-baru ini menutup kompetisi indoor TGL. Meskipun usianya sudah melampaui 40 tahun, ia tetap menargetkan partisipasi di Masters 2024.
Kasus DUI ini menambah catatan kontroversial dalam karier Woods, yang sebelumnya telah mengalami skandal pribadi pada 2009 dan serangkaian cedera fisik. Pihak berwenang Florida akan memproses kasusnya sesuai dengan undang-undang DUI setempat, termasuk kemungkinan denda, pembatasan mengemudi, dan program rehabilitasi.












