PSPK – 04 Maret 2026 | Jakarta, 3 Maret 2026 – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, pasar makanan ringan kembali bergelora. Di antara ragam pilihan, bisnis cookies menunjukkan peluang profit yang signifikan, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mengoptimalkan resep tradisional sekaligus menambahkan sentuhan inovatif. Kombinasi resep bakpao kukus yang lembut dan kue kering berbasis susu bubuk menjadi kunci untuk menarik selera konsumen sekaligus meningkatkan margin keuntungan.
Ruang Lingkup Pasar dan Permintaan Konsumen
Data terbaru dari Asosiasi Pengusaha Kue (APK) mengindikasikan bahwa penjualan kue kering dan takjil selama periode Ramadan–Lebaran meningkat rata‑rata 30 % dibandingkan tahun sebelumnya. Konsumen tidak hanya mencari rasa tradisional, melainkan juga kepraktisan, nilai gizi, serta kemasan yang menarik. Dalam konteks ini, cookies yang mengusung tekstur lembut bakpao dan rasa gurih susu bubuk menjadi produk yang sangat potensial.
Resep Kombinasi: Dari Bakpao ke Cookies
Resep bakpao kukus yang populer sebagai takjil menawarkan tiga elemen penting: adonan berbahan dasar tepung terigu protein rendah, ragi instan, serta lemak (mentega atau margarin) yang menciptakan tekstur empuk. Mengadaptasi teknik ini ke dalam pembuatan cookies menghasilkan produk yang tidak terlalu keras, melainkan lembut di dalam dan sedikit renyah di luar – sensasi yang kini banyak dicari konsumen.
- Adonan dasar: 250 g tepung terigu protein rendah, 30 g susu bubuk, 15 g ragi instan, 30 g gula pasir, 1 butir telur, 50 ml susu cair, 40 g mentega leleh.
- Proses: Campur bahan kering, tambahkan telur, susu cair, dan mentega leleh. Uleni hingga elastis, biarkan mengembang selama 45 menit, kemudian bagi dan bentuk bulatan seukuran kue kering.
- Pemanggangan: Kukus terlebih dahulu selama 8 menit untuk menghasilkan interior lembut, lalu panggang 12‑15 menit pada suhu 180 °C hingga permukaan berwarna keemasan.
Teknik ganda ini tidak hanya meningkatkan tekstur, tetapi juga memperpanjang umur simpan karena kadar lemak yang terjaga selama proses pengukusan.
Manfaat Susu Bubuk dalam Kue Kering Lebaran
Susu bubuk berperan penting dalam memperkaya cita rasa serta memperbaiki struktur adonan. Kandungan lemak dan protein membantu menstabilkan butiran lemak, sehingga kue kering tidak mudah pecah saat dibentuk. Selain itu, aroma susu yang khas menambah nilai jual pada produk seperti nastar, kastengel, atau putri salju yang kini dapat diproduksi dalam varian “cookies Lebaran”.
- Memberikan rasa gurih‑manis yang seimbang.
- Meningkatkan keempukan pada bagian dalam.
- Membantu pencapaian warna keemasan yang menarik.
Para penjual yang mengintegrasikan susu bubuk dalam resep cookies melaporkan peningkatan penjualan hingga 20 % dibandingkan varian tanpa susu bubuk.
Strategi Pemasaran Efektif Menjelang Hari Raya
1. Bundling Produk: Tawarkan paket “Ramadan & Lebaran” yang mencakup 3‑5 jenis cookies, termasuk varian bakpao‑cookies dan kue kering susu.
2. Promosi Digital: Manfaatkan media sosial dengan video pembuatan (shorts/reels) yang menonjolkan proses kukus‑panggang, menekankan keunikan tekstur.
3. Kemasan Ramah Ramadan: Gunakan warna hijau, kuning, dan motif kaligrafi. Sertakan label “Lembut di Dalam, Renyah di Luar” untuk menarik perhatian pembeli.
4. Kolaborasi dengan Influencer Kuliner: Undang food blogger untuk mencicipi dan membagikan ulasan, khususnya yang fokus pada UMKM.
Analisis Keuntungan dan Risiko
Dengan biaya bahan baku rata‑rata Rp 7.500 per 100 gram (termasuk susu bubuk dan mentega), harga jual eceran dapat ditetapkan Rp 15.000‑20.000 per buah. Margin kotor mencapai 50‑65 %, cukup mengimbangi biaya tenaga kerja dan pengemasan. Namun, risiko utama meliputi fluktuasi harga susu bubuk serta persaingan ketat dari produk impor. Pelaku usaha disarankan untuk menjalin kontrak pasokan jangka panjang dan mengoptimalkan efisiensi produksi.
Secara keseluruhan, memadukan resep bakpao kukus yang lembut dengan keunggulan susu bubuk dalam kue kering memberikan nilai tambah yang signifikan. Pendekatan ini tidak hanya memenuhi selera konsumen yang semakin menuntut kualitas, tetapi juga membuka peluang profit yang stabil menjelang Hari Raya. Pelaku bisnis yang mengimplementasikan strategi ini secara konsisten diprediksi akan mempertahankan atau bahkan meningkatkan omzet selama musim lebaran berikutnya.












