Project Seru Penuh Kejutan

Spill Rahasia: Kenapa Cara Mudik Orang ASEAN di 2026 Gak Kayak Dulu Lagi?

March 16, 2026 • 0 Views
Spill Rahasia: Kenapa Cara Mudik Orang ASEAN di 2026 Gak Kayak Dulu Lagi?
Spill Rahasia: Kenapa Cara Mudik Orang ASEAN di 2026 Gak Kayak Dulu Lagi?

PSPK – 16 Maret 2026 | Jakarta – Menjelang Lebaran 2026, tradisi mudik kembali menjadi agenda mobilisasi terbesar di Asia Tenggara, melibatkan lebih dari 260 juta umat Muslim. Kementerian Perhubungan memperkirakan sekitar 50,60% populasi, atau kira‑kira 143,91 juta orang, akan melakukan perjalanan selama periode Angkutan Lebaran.

Berdasarkan data pemesanan pada platform AirAsia MOVE untuk periode 15–28 Maret 2026, muncul tiga tren utama yang mengubah cara orang ASEAN merencanakan perjalanan mudik.

  1. Kombinasi maskapai dan tiket satu arah – Penumpang semakin mengutamakan fleksibilitas dengan menggabungkan maskapai yang berbeda untuk perjalanan pergi dan pulang. Banyak juga yang membeli tiket satu arah terlebih dahulu, kemudian menentukan jadwal kepulangan secara terpisah. Pada musim Lebaran ini hampir 300 ribu kursi terjual sebagai tiket satu arah, mencakup maskapai berbiaya rendah maupun premium.
  2. Akomodasi multi‑kamar semakin diminati – Keluarga besar lebih memilih properti yang dapat menampung banyak orang dalam satu unit, seperti vila, apartemen berlayanan, atau suite dengan beberapa kamar. Strategi ini dianggap lebih efisien karena biaya penginapan dapat dibagi secara merata di antara anggota rombongan, terutama saat tarif hotel cenderung naik pada musim libur.
  3. Kenyamanan tetap prioritas, namun pengeluaran lebih terukur – Meskipun tetap mengutamakan kenyamanan, konsumen kini lebih memperhatikan nilai ekonomi. Rata‑rata pengeluaran untuk hotel tercatat sekitar Rp1,1 juta per malam, menunjukkan preferensi pada akomodasi yang nyaman namun menawarkan harga yang kompetitif. Hal ini mencerminkan sikap lebih bijak dalam mengelola anggaran perjalanan tanpa mengurangi makna tradisi mudik.

CEO AirAsia MOVE, Nadia Omer, menekankan pentingnya menyediakan pilihan yang beragam, harga yang transparan, dan fleksibilitas tinggi bagi pelaku industri perjalanan. Tren ini tidak hanya menandai puncak mobilitas selama Lebaran, tetapi juga menandakan pergeseran perilaku konsumen di kawasan ASEAN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *