PSPK – 04 Maret 2026 | Jakarta – Penyidik federal Amerika Serikat mengajukan permohonan kepada pengadilan distrik Orlando untuk menyita lebih dari dua puluh aset mewah milik Chris Delgado, mantan presiden Goliath Ventures yang dituduh menjalankan skema ponzi kripto senilai US$328 juta. Di antara aset yang diminta disita terdapat sebuah Lamborghini Huracán 2024 yang diperkirakan memiliki nilai jual kembali mencapai US$430.000.
Rangkaian Aset Mewah yang Dipertaruhkan
Daftar inventaris yang diajukan oleh jaksa federal mencakup:
- 18 buah jam tangan ultra‑mahal, termasuk 10 buah Rolex dan lima Audemars Piguet dengan harga per buah mencapai US$349.000.
- Delapan gelang atau cincin emas berlapis berlian dari Tiffany & Co.
- Dua belas kendaraan mewah, antara lain Rolls‑Royce Ghost, Rolls‑Royce Cullinan, serta koleksi klasik seperti Mercury 1951.
- Sebuah Lamborghini Huracán 2024, model sport terbaru yang harganya dapat melampaui US$430.000 menurut Kelley Blue Book.
Lamborghini Huracán 2024: Simbol Kemewahan yang Dipertaruhkan
Huracán 2024 merupakan varian terbaru dari lini sport car ikonik Lamborghini, menampilkan mesin V10 berkapasitas 5,2 liter, tenaga lebih dari 630 tenaga kuda, serta desain aerodinamis yang memukau. Harga dasar di pasar internasional berkisar US$210.000, namun versi khusus dengan opsi kustomisasi dapat menembus batas US$400.000. Dalam kasus Delgado, mobil tersebut bukan sekadar kendaraan, melainkan alat visual untuk menampilkan kesuksesan palsu kepada calon investor kripto.
Skema Ponzi Goliath Ventures dan Dampaknya
Menurut rilis pers Departemen Kehakiman, Goliath Ventures (sebelumnya Gen‑Z Venture) menjanjikan pendapatan tinggi melalui “likuiditas pool” kripto. Namun, uang investor sebagian besar disalurkan untuk membayar pengembalian kepada investor sebelumnya, menutupi gaya hidup mewah Delgado, dan mendanai pesta serta perjalanan bisnis yang mahal. Hingga kini, total kerugian yang dilaporkan mencapai US$328 juta, melibatkan ratusan korban di Central Florida dan wilayah lain.
Langkah Hukum Selanjutnya
Delgado, berusia 34 tahun, saat ini berada dalam tahanan bersyarat dengan jaminan US$1 juta dan diwajibkan tinggal di rumah mewah senilai US$8,5 juta di Isleworth. Jaksa menuntut agar seluruh aset, termasuk Lamborghini Huracán, diserahkan sebagai syarat lanjutan pra‑penahanan. Jika terbukti bersalah atas tuduhan penipuan kawat dan pencucian uang, Delgado dapat menghadapi hukuman penjara hingga 30 tahun.
Sidang lanjutan dijadwalkan pada hari Kamis pagi, di mana hakim akan memutuskan apakah perintah penyitaan dapat diberlakukan sebelum proses pengadilan selesai. Para korban diharapkan menerima pemberitahuan hak mereka sesuai Crime Victims’ Rights Act, dan dapat menghubungi kantor federal melalui email yang telah disediakan.
Kasus ini menegaskan kembali pentingnya kewaspadaan investor terhadap tawaran investasi kripto yang menjanjikan keuntungan cepat, serta menyoroti bagaimana aset mewah seperti Lamborghini Huracán dapat menjadi “bendera” yang menipu publik.












