PSPK – 12 Maret 2026 | Jakarta, 11 Maret 2026 – Danantara Indonesia memperingati satu tahun berdirinya lewat refleksi bersama yang diadakan di Wisma Danantara. Acara tersebut dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, para menteri kabinet, serta pimpinan dan seluruh staf Danantara.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya integritas, disiplin tata kelola, dan visi jangka panjang dalam pengelolaan aset negara. Ia menegaskan bahwa lembaga ini dibentuk untuk mengelola investasi negara secara profesional, setara dengan sovereign wealth fund global, demi memberikan nilai tambah bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan rakyat.
Presiden menuturkan, meskipun dalam setahun pertama sudah terlihat peningkatan kinerja pengelolaan aset berkat manajemen yang baik, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Ia menekankan perlunya memperkuat tata kelola dan meningkatkan hasil agar manfaatnya dapat dirasakan seluas-luasnya oleh seluruh masyarakat Indonesia.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa fase pertama difokuskan pada pembangunan fondasi kelembagaan dan tata kelola yang kuat, serta memastikan investasi negara berorientasi pada manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang. Ia menambahkan bahwa komitmen terhadap pembangunan generasi muda tercermin dalam berbagai inisiatif yang menghubungkan hasil investasi dengan kebutuhan masyarakat.
Sebagai wujud komitmen terhadap masa depan anak bangsa, acara tersebut juga menyertakan penyerahan simbolis 88.000 paket perlengkapan sekolah ke seluruh Indonesia. Program distribusi dijalankan secara serentak oleh BUMN di berbagai daerah. Contohnya, PT TASPEN (Persero) menyerahkan 2.000 paket kepada tujuh sekolah di Provinsi Bengkulu, meliputi SDN 47, SDN 76, SDN 102, SDN 105, SMPN 16, SMPN 23, dan SMPN 25.
Momentum satu tahun ini menegaskan kembali tekad Danantara Indonesia untuk terus memperkuat fondasi tata kelola, meningkatkan kualitas pengelolaan aset negara, dan mendorong investasi strategis yang menghasilkan dampak ekonomi serta sosial jangka panjang. Rosan menutup dengan menyatakan bahwa fase selanjutnya akan menitikberatkan pada penerjemahan fondasi yang telah dibangun menjadi kinerja nyata melalui pengelolaan yang profesional dan investasi yang memberikan manfaat bagi perekonomian nasional serta generasi Indonesia di masa depan.












