Project Seru Penuh Kejutan

Restoran India Terancam Tutup Karena Gangguan Pasokan Gas LPG Akibat Konflik di Iran

March 13, 2026 • 0 Views
Restoran India Terancam Tutup Karena Gangguan Pasokan Gas LPG Akibat Konflik di Iran
Restoran India Terancam Tutup Karena Gangguan Pasokan Gas LPG Akibat Konflik di Iran

PSPK – 13 Maret 2026 | Di pusat keuangan Mumbai, Café Madras yang menyajikan masakan tradisional India Selatan kini mengalami kelangkaan tabung gas LPG. Pemilik kafe, Ishaan Shetty, mengungkap bahwa pasokan gas tidak kunjung tiba selama beberapa hari, memaksa mereka mengurangi menu hingga sekitar 80 % dan hanya menyajikan makanan ringan yang tidak memerlukan kompor gas.

Restoran tersebut mempertimbangkan beralih ke kompor induksi listrik sebagai alternatif, namun biaya operasional yang lebih tinggi serta ketidakcocokan dengan teknik memasak tradisional membuat pilihan ini sulit.

Kekurangan LPG tidak terbatas pada Mumbai. Seluruh jaringan restoran di India melaporkan kesulitan memperoleh pasokan karena gangguan pengiriman yang dipicu oleh konflik antara Amerika Serikat‑Israel dan Iran. Penutupan Selat Hormuz menghentikan aliran minyak dan gas cair, sehingga harga energi global naik tajam dan pasokan LPG menjadi terbatas.

Berikut dampak utama yang dirasakan sektor restoran:

  • Pengurangan menu hingga 80 % atau lebih, mengurangi pendapatan harian.
  • Kenaikan harga tabung gas sekitar 7 % setelah produsen menyesuaikan tarif pertama dalam setahun.
  • Risiko penutupan sementara bagi usaha yang tidak dapat menemukan sumber energi alternatif.
  • Tekanan pada tenaga kerja yang harus menyesuaikan metode memasak.

Pemerintah India menanggapi krisis dengan langkah darurat: mengalihkan LPG ke sektor prioritas seperti rumah sakit, sekolah, dan industri penting, sekaligus mendorong kilang domestik meningkatkan produksi sebesar 25 % menurut Sekretaris Bersama Kementerian Perminyakan, Sujata Sharma. Sebuah panel khusus dibentuk untuk meninjau permintaan LPG dari restoran dan industri lain.

Asosiasi Restoran Nasional India (NRAI) yang mewakili lebih dari setengah juta restoran, memperingatkan potensi penutupan massal jika pasokan tidak stabil. Pranav Rungta, Wakil Presiden NRAI Mumbai, menyatakan kekhawatirannya terkait beban biaya lisensi dan pajak di tengah krisis ini.

Untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan Timur Tengah, India sedang menjajaki sumber LPG alternatif dari Australia, Kanada, dan wilayah lainnya. Pemerintah berharap diversifikasi ini dapat menstabilkan pasokan dan menjaga operasional dapur tetap berjalan.

Meski situasi masih belum pasti, para pelaku industri berharap tekanan geopolitik akan mereda sehingga restoran dapat kembali beroperasi normal tanpa harus mengorbankan menu tradisional maupun profitabilitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *