PSPK – 11 Maret 2026 | Penentuan awal bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah selalu menjadi titik perbedaan di antara organisasi Islam (ormas) di Indonesia karena masing‑masing menggunakan metode hisab yang beragam. Persatuan Islam (Persis) kali ini mengeluarkan keputusan resmi mengenai penetapan awal bulan Syawal untuk tahun 1447 H.
Keputusan serupa juga dikeluarkan untuk awal Dzulhijjah dan Idul Adha 1447 H. Ijtima akhir Dzulqaʿdah 1447 H dilakukan pada hari Ahad, 17 Mei 2026 pukul 03:01:00 WIB. Pada malam Senin, hilal Dzulhijjah sudah dapat terlihat, sehingga 1 Dzulhijjah 1447 H ditetapkan pada hari Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, Idul Adha yang jatuh pada 10 Dzulhijjah 1447 H akan bertepatan dengan hari Rabu, 27 Mei 2026.
| Bulan Hijriyah | Tanggal Masehi |
|---|---|
| 1 Syawal (Idul Fitri) | 21 Maret 2026 |
| 1 Dzulhijjah | 18 Mei 2026 |
| 10 Dzulhijjah (Idul Adha) | 27 Mei 2026 |
Menanggapi perbedaan penetapan awal bulan Syawal, Ustadz KH Rahmat Jaelani, tokoh Persis Banten, menegaskan kepatuhan organisasi pada keputusan pusat. Ia menyatakan, “Kami sami’nā wa atho’nā kepada PP Persis di Bandung. Kami juga tetap menghormati ormas Islam lain yang memiliki keputusan berbeda.”
Keputusan ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi umat Persis dalam melaksanakan ibadah puasa Ramadan dan perayaan Idul Fitri serta Idul Adha tahun 2026.












