PSPK – 10 Maret 2026 | Pada peringatan satu tahun pengembangan ekosistem bullion di Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian meluncurkan roadmap nasional untuk layanan bank emas. Momentum ini menjadi titik tolak bagi PT Pegadaian, khususnya wilayah Kanwil III Sumatera Bagian Selatan, untuk memperkuat peran emas sebagai instrumen keuangan yang likuid dan produktif.
Novryandi, pemimpin wilayah Pegadaian Sumbagsel, menekankan bahwa integrasi layanan Tabungan Emas dan Cicil Emas ke dalam jaringan Bullion Bank telah meningkatkan literasi keuangan berbasis emas di daerah. Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang melihat emas bukan hanya sebagai komoditas, melainkan sebagai aset strategis untuk melindungi nilai keluarga dan mengoptimalkan tabungan.
Faktor Pendorong Minat Masyarakat
- Peningkatan literasi keuangan: Edukasi yang digiatkan oleh Pegadaian melalui outlet, agen, dan aplikasi Tring! memperluas pemahaman tentang keuntungan investasi emas.
- Digitalisasi layanan: Kemudahan akses melalui aplikasi mobile memungkinkan pembelian, pencatatan, dan pencairan emas secara real‑time.
- Dukungan regulasi: Izin OJK yang diberikan pada Desember 2024 menegaskan legalitas dan keamanan transaksi bullion.
Produk Tabungan Emas memungkinkan nasabah menabung emas secara berkala dengan harga pasar yang transparan, sedangkan Cicil Emas menawarkan opsi pembelian emas secara bertahap dengan tenor yang fleksibel. Kedua produk tersebut dirancang untuk menjangkau segmen masyarakat yang belum memiliki akses ke pasar modal tradisional.
Strategi Pegadaian ke Depan
Pegadaian berkomitmen memperluas jaringan layanan bank emas, meningkatkan program edukasi keuangan, serta mengoptimalkan teknologi digital untuk mempercepat proses transaksi. Langkah tersebut diharapkan dapat memperdalam inklusi keuangan, khususnya di wilayah Sumatera Selatan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Roadmap yang diserahkan oleh Menteri Koordinator menargetkan integrasi penuh rantai pasok emas, mulai dari penambangan hingga layanan akhir bagi konsumen. Dengan sinergi antara pemerintah, Pegadaian, dan pemangku kepentingan lainnya, ekosistem bullion di Indonesia diproyeksikan akan terus berkembang, memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Secara keseluruhan, peningkatan minat terhadap Tabungan Emas dan Cicil Emas mencerminkan perubahan pola pikir masyarakat Indonesia yang semakin mengutamakan keamanan aset dan diversifikasi portofolio melalui instrumen berbasis emas.












