PSPK – 10 Maret 2026 | Sejak awal 2026, mukena berwarna pink menempati puncak pencarian daring dan menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial Indonesia. Video yang memperlihatkan mukena pink dengan detail unik dan desain elegan tersebar luas, memicu rasa ingin tahu netizen sekaligus menggerakkan pasar fashion muslim di berbagai kota.
Video asli yang beredar menampilkan seorang perempuan mengenakan mukena pink lembut dengan aksen renda halus di bagian leher dan lengan. Warna pink yang tidak biasa dipilih untuk pakaian ibadah menambah daya tarik visual, sementara tekstur bahan yang tampak nyaman menjadi sorotan utama. Tanpa keterangan penjual, video tersebut memancing spekulasi mengenai merek, harga, hingga cara memperoleh mukena serupa. Kejanggalan tersebut justru menambah viralitas, karena banyak pengguna menunggu klarifikasi lebih lanjut.
Respons pasar terlihat jelas ketika Bazar Ramadan Prime yang digelar di Balai Kota Jakarta pada 10 Maret 2026 dipadati pengunjung. Di antara beragam stand yang menjual makanan, takjil, dan perlengkapan Lebaran, stand pakaian muslim menawarkan mukena pink dengan harga kompetitif. Seorang pembeli bernama Lulu (28) mengaku membeli dua buah mukena: satu seharga Rp180.000 dan satu lagi Rp280.000, jauh di bawah harga pasar yang biasanya mencapai Rp300.000 ke atas. “Di bazar lebih murah dibandingkan toko,” ungkapnya sambil menambahkan keinginan agar bazar berlangsung lebih lama.
Pengunjung lain, Zahra (25), menekankan manfaat bazar dalam memudahkan pencarian barang viral. “Saya dapat kerudung tiga buah dengan Rp100.000 dan juga menemukan mukena pink yang sedang tren,” katanya. Ia menambahkan bahwa bazar menyediakan kupon tebus murah untuk sembako, menambah nilai ekonomis bagi konsumen yang ingin menyiapkan kebutuhan Idul Fitri.
Fenomena mukena pink tak lepas dari dinamika tren fashion muslim yang kini mengusung warna-warna cerah dan desain yang lebih modern. Seperti halnya tren “tunik bini sah” yang mengedepankan potongan A-Line, bahan paper silk, dan aksen bordir, mukena pink menawarkan sentuhan estetika baru tanpa mengorbankan kesopanan. Kombinasi warna pastel dengan detail minimalis menjadi pilihan utama bagi kaum muda yang ingin tampil fresh saat beribadah.
Pengaruh media sosial mempercepat penyebaran tren ini. Video viral, unggahan foto di Instagram, serta rekomendasi influencer memperluas jangkauan pasar, sehingga penjual tradisional di pasar grosir seperti Tanah Abang dan bazar Ramadan pun segera menambah stok mukena pink. Hal ini berdampak pada fluktuasi harga: sementara penjual resmi menegaskan harga standar di kisaran Rp250.000‑Rp350.000, banyak pedagang pasar menawarkan diskon hingga 30 persen untuk menarik pembeli.
Namun, peningkatan permintaan juga menimbulkan tantangan kualitas. Konsumen disarankan memeriksa bahan (misalnya polyester atau viscose dengan sentuhan sutra), jahitan, serta adanya lapisan furing yang mencegah tembus. Memilih mukena dengan sertifikasi halal atau label kualitas dapat menghindarkan dari pembelian barang murah namun kurang nyaman dipakai selama sholat.
Berikut beberapa tips memilih mukena pink yang tepat:
- Periksa bahan: pilih yang terasa lembut, tidak mudah kusut, dan memiliki kilau halus.
- Pastikan adanya lapisan dalam (furing) untuk menghindari tembus cahaya.
- Cek kualitas jahitan, terutama pada bagian leher dan lengan.
- Bandingkan harga di beberapa penjual, baik offline maupun online, untuk menghindari overprice.
- Carilah ulasan pembeli sebelumnya untuk menilai kepuasan dan kenyamanan.
Secara keseluruhan, popularitas mukena pink mencerminkan perubahan selera konsumen muslim Indonesia yang kini lebih terbuka pada eksplorasi warna dan desain. Dengan dukungan bazar Ramadan yang menyediakan platform penjualan langsung, serta peran media digital yang menyebarkan tren secara cepat, mukena pink diprediksi akan tetap menjadi pilihan utama hingga musim Lebaran berikutnya.
Para pelaku industri fashion muslim disarankan memanfaatkan momentum ini dengan meningkatkan kualitas produksi, menjaga harga tetap bersaing, serta memperluas jaringan distribusi baik secara fisik maupun daring. Konsumen pun diharapkan lebih selektif, mengedepankan kualitas demi kenyamanan ibadah dan penampilan yang menawan.












