PSPK – 08 Maret 2026 | Jakarta, 7 Maret 2026 – Brand fashion lokal Oemah Etnik (OE) kembali mencuri perhatian publik dengan peluncuran Koleksi Raya 2026 yang mengusung tema Layers of Human. Koleksi ini tidak hanya menampilkan siluet timeless dan elegan, tetapi juga menyelami lapisan‑lapisan psikologis manusia lewat motif dan warna yang dipilih secara cermat.
Konsep “Layers of Human”
Founder sekaligus CEO OE, Rizki Triana, yang akrab dipanggil Kiki, menjelaskan bahwa setiap pola pada kain menuturkan sebuah cerita. “Kami ingin setiap garis pada tenun Jepara atau batik Pekalongan menjadi simbol satu lapisan jiwa, mulai dari citra luar yang ceria hingga sisi dalam yang penuh keraguan,” ujar Kiki dalam wawancara di JHL Solitaire Gading Serpong, Tangerang, pada 27 Februari 2026.
Menurutnya, manusia terbentuk dari beragam lapisan yang saling terhubung, sehingga pakaian yang dikenakan harus dapat mengekspresikan kedalaman tersebut. Oleh karena itu, OE menggabungkan kain tradisional dengan potongan modern seperti tunik kerah tinggi, outer struktural, dress mengalir, rok asimetris, dan celana longgar yang semuanya bertekstur lembut.
Material dan Palet Warna
Berbeda dengan koleksi Lebaran sebelumnya, rangkaian 2026 menonjolkan bahan tenun Jepara dan batik Pekalongan yang diolah menjadi jacquard berkilau. Jacquard memberi kesan mewah sekaligus anggun, cocok untuk momen Idul Fitri yang khidmat. Palet warna yang dipilih cenderung lembut—soft pink, hijau olive, dan putih gading—dengan tujuan menciptakan suasana pagi lebaran yang tenang, zen, dan penuh harmoni.
“Warna soft memudahkan seragam visual saat beribadah, sehingga suasana menjadi indah dan damai,” tambah Kiki, menegaskan bahwa pilihan warna bukan sekadar estetika, melainkan upaya menciptakan rasa kebersamaan.
Acara Peluncuran yang Menekankan Emotional Wellness
Untuk merayakan koleksi baru, OE menyelenggarakan acara buka puasa bersama yang berfokus pada kesejahteraan emosional. Para tamu dan media diajak melakukan journaling bersama Mestakula, sebuah program yang membantu peserta mengenali diri dari luar dan dalam, selaras dengan tema “Layers of Human”.
Pakaian koleksi dapat dibeli di flagship store OE maupun melalui situs resmi, dengan harga berkisar antara Rp 369 ribu hingga Rp 1,2 juta, menjangkau segmen menengah‑atas yang menginginkan busana berkualitas tinggi.
Bazar Modest Fashion Gema Ramadan 2026: Platform Pendukung
Pada hari yang sama, Istora Senayan menjadi saksi gemerlap Bazar Modest Fashion Gema Ramadan 2026 yang menampilkan lebih dari 130 brand lokal. Acara tahunan yang diselenggarakan SCTV ini tidak hanya menjadi ajang jual‑beli, tetapi juga tempat bagi brand seperti Oemah Etnik untuk menampilkan koleksi Raya mereka kepada khalayak luas.
Pengunjung dapat menikmati talkshow, kajian, dan bazar kuliner, sementara para brand menawarkan diskon menarik, mulai dari puluhan hingga ratusan ribu rupiah. “Kami memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperkenalkan koleksi terbaru dan menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Rani, perwakilan brand Kaneda, yang turut berpartisipasi dalam bazar.
Pengunjung seperti Mita menyatakan kepuasan atas harga yang lebih terjangkau dibandingkan pusat perbelanjaan: “Di sini murah‑murahan, jadi lebih hemat untuk persiapan Lebaran.” Kehadiran lebih dari 130 brand menegaskan pertumbuhan industri modest fashion Indonesia yang semakin dinamis.
Sinergi antara Koleksi Raya dan Bazar
- Oemah Etnik memanfaatkan eksposur Bazar untuk menampilkan nilai filosofis koleksi “Layers of Human”.
- Pengunjung bazar mendapatkan kesempatan langsung mencoba pakaian OE, memperkuat pengalaman belanja yang berkesan.
- Diskon khusus selama bazar meningkatkan penjualan dan memperluas pangsa pasar OE di kalangan konsumen muda.
Kombinasi antara peluncuran koleksi yang mendalam dan platform bazar yang luas menciptakan ekosistem fashion yang tidak hanya fokus pada estetika, tetapi juga pada makna kemanusiaan dan kesejahteraan emosional.
Dengan strategi ini, Oemah Etnik tidak hanya menegaskan posisi sebagai pelopor fashion etnik modern, tetapi juga berkontribusi pada dialog budaya yang lebih inklusif selama momen suci Ramadan dan Idul Fitri.












