Project Seru Penuh Kejutan

Menu MBG Saat Ramadhan Dipertanyakan, Warga Ramai Posting Menu MBG

March 15, 2026 • 0 Views
Menu MBG Saat Ramadhan Dipertanyakan, Warga Ramai Posting Menu MBG
Menu MBG Saat Ramadhan Dipertanyakan, Warga Ramai Posting Menu MBG

PSPK – 15 Maret 2026 | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan selama bulan Ramadan di Medan menjadi sorotan publik setelah sejumlah keluhan muncul di media sosial. Warga menilai kualitas makanan tidak memenuhi standar gizi yang dijanjikan.

Keluhan utama meliputi kondisi bahan makanan yang tidak layak, antara lain apel yang busuk, kurma berulat, ayam berbau tidak sedap, serta penggunaan kemasan yang dianggap tidak pantas seperti plastik kresek tipis dan tas belanja yang diisi dengan cemilan.

Mariana, seorang warga Medan, mengungkapkan kekecewaannya karena paket yang diterima tidak mencerminkan konsep “empat sehat lima sempurna”. Ia menyebut paket yang berisi roti dengan kandungan glukosa saja, tanpa protein, tidak dapat disebut MBG. Beberapa kali paket diganti dengan makanan ringan seperti kacang goreng yang tidak sesuai selera anak.

Mariana juga menyoroti keterlambatan distribusi. Selama Ramadan jam belajar berakhir lebih awal, namun paket MBG sering tiba setelah pukul 11.00 WIB, memaksa anak menunggu dalam keadaan berpuasa.

Pengguna Facebook lain, Damelia Novita, mempertanyakan apakah menu yang terdiri dari roti, kurma, keripik tempe, dan telur dapat dibeli dengan anggaran Rp15.000. Pertanyaan ini menambah keraguan tentang transparansi penggunaan dana.

Pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan diharapkan melakukan evaluasi menyeluruh, mencakup tiga aspek utama:

  • Kualitas bahan makanan dan kebersihan produksi.
  • Penggunaan kemasan yang aman dan higienis.
  • Ketepatan waktu distribusi sesuai jadwal sekolah.

Berikut perbandingan singkat antara komponen gizi ideal MBG dan kondisi yang terungkap selama Ramadan ini:

Komponen Ideal Contoh pada MBG Saat Ini
Karbohidrat Roti putih berisi glukosa tinggi, kurang serat.
Protein Ayam atau ikan kadang berbau, kadang diganti dengan kacang goreng.
Sayur Jarang hadir, atau hanya sayur kalengan.
Buah Apel busuk, kurma berulat.
Susu Jarang disertakan, atau hanya susu bubuk murah.

Rekomendasi perbaikan dapat dirangkum dalam poin-poin berikut:

  1. Standarisasi bahan baku dengan kontrol kualitas yang ketat.
  2. Penggunaan kemasan makanan yang sesuai standar keamanan pangan.
  3. Penjadwalan ulang distribusi agar tiba sebelum waktu berbuka puasa.
  4. Transparansi anggaran dan laporan penggunaan dana publik.
  5. Pelibatan ahli gizi dalam perencanaan menu setiap tahun.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan program MBG kembali mampu memberikan manfaat gizi yang optimal bagi siswa selama bulan suci Ramadan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *