PSPK – 09 Maret 2026 | Istanbul menyambut rombongan wartawan dari berbagai negara dengan langit cerah. Saat perjalanan dimulai, hujan perlahan turun, memberi nuansa dramatis pada bangunan bersejarah dan pemandangan Selat Bosphorus.
Kota ini terletak di persimpangan Asia dan Eropa, menjadikannya titik pertemuan budaya Timur dan Barat. Dari skyline yang menampilkan kubah masjid kuno berdampingan dengan gedung-gedung modern hingga kapal feri yang melintas di selat, Istanbul menawarkan pengalaman yang tak terlupakan.
- Spice Bazaar – Pasar tertutup yang berada di belakang Masjid Yeni. Aroma rempah-rempah seperti paprika, kunyit, saffron, serta teh herbal menyambut pengunjung. Selain rempah, pasar ini menyediakan Turkish delight, kacang-kacangan, dan suvenir khas Turki.
- Masjid Süleymaniye – Karya arsitek legendaris Mimar Sinan yang dibangun atas perintah Sultan Suleiman. Terletak di atas bukit, masjid ini menonjolkan empat menara tinggi dan interior berlukis dengan warna merah‑putih elegan.
- Masjid Rüstem Paşa – Dibangun pada tahun 1560 oleh Grand Vizier Rüstem Pasha, masjid kecil ini terkenal dengan ubin İznik biru‑merah yang menghiasi hampir seluruh dinding hingga ke kubah, menyerupai galeri seni Ottoman.
- Galata Tower – Menara setinggi 67 meter yang dibangun pada abad ke-14 oleh komunitas Genoa. Dari dek observasi, pengunjung dapat menikmati panorama kota meski terkadang diselimuti kabut.
- Hagia Sophia – Bangunan monumental yang awalnya merupakan basilika Kristen abad ke‑6, kemudian berubah fungsi menjadi museum dan kini kembali menjadi masjid. Kubah raksasa dan mosaik kuno tetap menjadi daya tarik utama, meski sebagian interior sedang dalam proses restorasi.
- Masjid Biru (Blue Mosque) – Dikenal dengan enam menara dan ribuan ubin İznik berwarna biru yang menghiasi interiornya. Keindahan interior dan halaman luas menciptakan suasana megah yang menenangkan.
- Basilica Cistern – Reservoir air bawah tanah yang dibangun pada masa Kaisar Justinian. Ratusan kolom marmer menciptakan suasana misterius; tempat ini pernah menjadi lokasi syuting film Hollywood, termasuk seri James Bond.
Sejak 3 Juli 2025, Indonesia memberlakukan kebijakan bebas visa selama 30 hari bagi warga Turki untuk tujuan wisata, bisnis, atau medis. Kebijakan ini diharapkan memperkuat hubungan pariwisata kedua negara. Pada tahun 2024, lebih dari 50.000 wisatawan Turki mengunjungi Indonesia, dan angka tersebut diproyeksikan terus meningkat.
AirAsia X, anak perusahaan grup AirAsia, membuka rute langsung antara Kuala Lumpur dan Istanbul yang dijadwalkan beroperasi mulai 14 November 2025 dengan frekuensi empat kali seminggu. Rute ini memberikan konektivitas baru antara Asia Tenggara dan Turki, memudahkan wisatawan Turki untuk menjelajahi kawasan Asia Selatan‑Southeast.
Dengan kombinasi sejarah yang kaya, kuliner yang menggoda, dan kemudahan akses transportasi, Istanbul tetap menjadi destinasi utama bagi pelancong yang menginginkan pengalaman lintas benua.












