PSPK – 10 Maret 2026 | Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat kinerja luar biasa pada kuartal pertama 2026, dengan laba bersih mencapai Rp8,9 triliun, naik 16,7% YoY, dan peningkatan signifikan dalam ekosistem digitalnya. Salah satu indikator penting dari percepatan digitalisasi adalah pertumbuhan jumlah agen Mandiri yang naik 12% secara year‑on‑year pada awal 2026, memperkuat jaringan layanan keuangan inklusif di seluruh Indonesia.
Lonjakan Laba Bersih dan Penyaluran Kredit
Bank Mandiri mencatat laba bersih sebesar Rp8,9 triliun hingga Februari 2026, melampaui ekspektasi pasar. Penyaluran kredit juga tumbuh 15,7% YoY menjadi Rp1.513,1 triliun, sementara penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 16,3% menjadi Rp1.644,8 triliun. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas transaksi nasabah melalui kanal digital, khususnya aplikasi Livin’ by Mandiri.
Ekspansi Jaringan Agen Mandiri
Seiring dengan digitalisasi, jaringan fisik tetap menjadi tulang punggung inklusi keuangan. Pada awal 2026, jumlah agen Mandiri tercatat meningkat 12% YoY, menambah lebih dari 2.500 agen baru di seluruh wilayah Indonesia. Pertumbuhan ini mencerminkan strategi bank untuk menggabungkan layanan digital dengan kehadiran fisik, sehingga nasabah di daerah terpencil dapat mengakses layanan perbankan tanpa hambatan.
- Penambahan agen utama di wilayah Sumatera Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan.
- Fokus pada pelatihan digital bagi agen untuk memfasilitasi transaksi non‑tunai.
- Integrasi layanan agen dengan platform Livin’ by Mandiri, memungkinkan pembayaran tagihan, transfer, dan pembelian produk digital.
Transaksi Digital yang Melonjak
Volume transaksi melalui Livin’ by Mandiri mencapai lebih dari 738,7 juta transaksi sejak Januari 2026, mencatat pertumbuhan 28% YoY. Peningkatan ini memperkuat pendapatan berbasis komisi (fee‑based income) yang naik 45,3% menjadi Rp625 miliar, serta platform wholesale Kopra by Mandiri yang tumbuh 29,3% menjadi Rp421 miliar.
Efisiensi Operasional dan Profitabilitas
Bank Mandiri berhasil menurunkan rasio Cost‑to‑Income Ratio (CIR) menjadi 37,21%, menandakan pengelolaan biaya yang lebih disiplin. Pendapatan bunga bersih (Net Interest Income) mencapai Rp13,7 triliun, naik 9,16% YoY, didukung oleh penyaluran kredit yang stabil dan peningkatan dana murah berbasis rekening transaksi.
Dampak Terhadap UMKM dan Ekonomi Nasional
Ekspansi agen dan pertumbuhan transaksi digital memberikan dorongan signifikan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Agen Mandiri kini menjadi pintu gerbang bagi UMKM untuk menerima pembayaran digital, mengakses pinjaman mikro, serta memanfaatkan layanan keuangan lainnya. Menurut Direktur Finance & Strategy Novita Widya Anggraini, “Peningkatan aktivitas transaksi digital memperkuat penghimpunan dana murah, yang pada gilirannya menurunkan beban bunga bagi nasabah dan memperluas akses keuangan bagi pelaku usaha kecil.”
Secara keseluruhan, kombinasi antara peningkatan laba bersih, pertumbuhan kredit, ekspansi jaringan agen, serta adopsi layanan digital menegaskan posisi Bank Mandiri sebagai pilar utama sistem keuangan Indonesia pada awal 2026. Dengan strategi berkelanjutan yang menekankan inklusi digital, bank diproyeksikan akan terus mencatat pertumbuhan yang kuat pada kuartal‑kuartal berikutnya.












