PSPK – 04 Maret 2026 | Ramadan 1447 H diperkirakan akan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026. Di tengah bulan suci ini, umat Islam menantikan malam paling mulia, Lailatul Qadar, yang diyakini lebih baik dari seribu bulan. Meskipun tidak ada tanggal pasti, para ulama dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah telah mengidentifikasi rentang hari ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan sebagai kandidat utama.
Perkiraan Tanggal Lailatul Qadar 2026
Berdasarkan perhitungan awal Ramadan yang dimulai pada 19 Februari 2026, sepuluh malam terakhir jatuh antara 10 hingga 20 Maret 2026. Dari rentang tersebut, malam-malam ganjil yang menjadi fokus pencarian Lailatul Qadar adalah:
- 11 Maret 2026
- 13 Maret 2026
- 15 Maret 2026
- 17 Maret 2026
- 19 Maret 2026
Baik NU maupun Muhammadiyah menegaskan bahwa tanggal di atas hanyalah perkiraan; hanya Allah yang mengetahui secara pasti kapan malam tersebut turun.
Keutamaan dan Tanda-Tanda Lailatul Qadar
Lailatul Qadar disebutkan dalam Al‑Qur’an Surat Al‑Qadr ayat 1‑5 sebagai malam yang penuh berkah, di mana turunnya Al‑Qur’an dan turun para malaikat serta roh (Jibril) dengan izin Allah. MUI menambahkan beberapa tanda yang dapat dirasakan oleh umat, antara lain:
- Suasana tenang tanpa angin kencang atau hujan deras.
- Suhu udara yang tidak terlalu panas maupun terlalu dingin, menciptakan kondisi ideal untuk beribadah.
- Terasa lebih khusyuk dalam shalat dan doa.
Namun, tanda‑tanda ini bersifat subjektif dan tidak dapat dijadikan patokan tunggal.
Amalan yang Dianjurkan pada Malam Lailatul Qadar
Rasulullah SAW menganjurkan umat untuk memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir, khususnya pada malam-malam ganjil. Berikut rangkaian amalan yang dapat dipraktikkan:
- Shalat Tahajud: Minimal dua rakaat, idealnya delapan rakaat, diakhiri dengan shalat Witir tiga rakaat.
- Doa Khusus: Membaca doa Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa‘fu ‘anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau menyukai pengampunan, maka ampuni aku).
- Membaca Al‑Qur’an: Membaca ayat‑ayat yang mengingatkan akan keutamaan malam tersebut, seperti Surat Al‑Qadr.
- Iktikaf: Berdiam diri di masjid selama sepuluh malam terakhir untuk beribadah secara intensif.
- Shalat Isya‑Subuh berjamaah: Hadir dalam shalat berjamaah pada malam dan subuh memberikan pahala setara dengan shalat sepanjang malam.
Selain itu, memperbanyak istighfar dengan Sayyidul Istighfar juga dianjurkan untuk memohon ampunan Allah.
Rekomendasi Praktis bagi Umat
Berikut beberapa langkah konkret yang dapat diikuti menjelang dan pada malam Lailatul Qadar:
- Siapkan niat iktikaf atau shalat malam sejak awal sepuluh malam terakhir.
- Susun jadwal membaca Al‑Qur’an, dimulai dengan Surat Al‑Qadr, lalu memperluas ke surah‑surah lain.
- Libatkan keluarga dalam doa bersama, terutama pada malam-malam ganjil yang telah disebutkan.
- Catat tanda‑tanda alam sekitar untuk membantu mengidentifikasi kemungkinan malam Qadar.
Dengan persiapan yang matang, umat dapat memaksimalkan kesempatan memperoleh rahmat dan ampunan yang dijanjikan pada malam istimewa ini.
Kesimpulannya, meskipun tanggal pasti Lailatul Qadar 2026 tidak dapat dipastikan, perkiraan tanggal ganjil antara 11 hingga 19 Maret 2026 memberikan panduan bagi umat Islam untuk memfokuskan ibadah. Mengingat keutamaan malam tersebut, disarankan agar semua lapisan masyarakat meningkatkan intensitas shalat, doa, dan amal soleh, serta memperhatikan tanda‑tanda yang mungkin muncul. Semoga upaya bersama menghasilkan ampunan, keberkahan, dan peningkatan keimanan di akhir Ramadan 2026.












