PSPK – 16 Maret 2026 | Jakarta — Penyanyi asal Pennsylvania, Taylor Swift, kembali menjadi sorotan setelah Forbes mencatat total kekayaannya mencapai sekitar US$2 miliar atau setara Rp31,4 triliun. Angka tersebut menempatkannya di peringkat 2.177 dalam daftar miliarder global dan menjadikannya salah satu musisi terkaya di dunia.
Meski masih jauh dari kekayaan orang terkaya seperti Elon Musk yang diperkirakan memiliki lebih dari US$839 miliar, pencapaian Swift sangat luar biasa bagi seorang seniman. Pada tahun 2025 saja, nilai asetnya meningkat sekitar US$400 juta.
- Katalog musik lama: Lagu‑lagu yang dirilis sejak awal karier terus diputar jutaan kali di platform streaming, menghasilkan royalti tahunan yang stabil.
- Proyek “Taylor’s Version”: Swift merekam ulang enam album lamanya, memberi kontrol penuh atas hak cipta dan meningkatkan pendapatan dari katalog yang sudah ada.
- The Eras Tour: Tur dunia yang menjadi salah satu tur musik paling menguntungkan dalam sejarah, menghasilkan pendapatan besar dari penjualan tiket, merchandise, dan kerja sama komersial.
Tur tersebut menarik antusiasme luar biasa; tiket hampir selalu terjual habis dalam hitungan menit di setiap kota yang dikunjungi. Selain pendapatan langsung, tur ini memperkuat brand Swift dan membuka peluang sponsor serta penjualan produk terkait.
Swift juga tetap aktif berinteraksi dengan penggemar lewat media sosial. Baru‑baru ini ia mengunggah video tampil tanpa riasan, menampilkan sisi naturalnya di tengah jadwal tur yang padat. Interaksi ini meningkatkan loyalitas fanbase dan berdampak positif pada penjualan merchandise serta streaming musik.
Secara keseluruhan, kombinasi royalty katalog, strategi hak cipta melalui “Taylor’s Version”, dan kesuksesan tur global menjadi motor penggerak utama kekayaan Taylor Swift yang kini menembus angka Rp31 triliun.












