PSPK – 07 Maret 2026 | Setelah banjir melanda beberapa wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang, tumpukan limbah kain yang terbawa air menjadi masalah lingkungan sekaligus peluang ekonomi. Sebuah tim dosen dan mahasiswa Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia dari Medan merespon dengan program “Dari Limbah ke Harapan”. Program ini dilaksanakan selama satu bulan, mulai 28 Januari hingga 28 Februari 2026, di Kampung Landuh, Kecamatan Rantau.
Tim yang dipimpin oleh Taruli Marito Silalahi, S.Pd., M.Pd., bersama dosen Dr. Nanda Ayu Setiawati, M.Pd. dan Ruth Donda Eleonora Panggabean, M.Psi., serta melibatkan 50 mahasiswa dari program studi PGSD, Psikologi, PAUD, dan Akuntansi, melakukan beberapa langkah utama:
- Pembersihan area terdampak banjir dan pengumpulan limbah kain yang berserakan.
- Pemilahan kain dan pengolahan menggunakan mesin pencacah kain untuk menghasilkan serat yang dapat diproses lebih lanjut.
- Pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis kain untuk siswa SD, termasuk boneka emosi, papan cerita, permainan edukatif, dan busy book.
- Workshop bagi anggota PKK Kampung Landuh tentang pembuatan produk rumah tangga seperti keset, isi bantal, dan tas sederhana.
- Pendampingan dalam perencanaan usaha mikro agar produk dapat dipasarkan secara berkelanjutan.
Hasilnya, anak‑anak SD Negeri 2 Kuala Simpang tidak hanya mendapatkan materi pelajaran yang lebih menarik, tetapi juga ruang untuk mengekspresikan emosi melalui kegiatan kreatif. Salah satu siswa menyatakan bahwa belajar membuat permainan dari kain bekas membuat proses belajar menjadi lebih seru.
Para ibu PKK merasakan manfaat ekonomi langsung. Mereka kini dapat memproduksi dan menjual produk kain daur ulang, menambah pendapatan keluarga. Ketua program menekankan bahwa inisiatif ini bertujuan mengubah limbah yang sebelumnya dianggap tak berguna menjadi aset edukatif dan ekonomi bagi masyarakat.
Dukungan pemerintah desa juga tampak kuat. Datok Penghulu Kampung Landuh, Helmi, memuji upaya dosen dan mahasiswa yang membantu desa bangkit pascabanjir serta membuka wawasan baru dalam pemanfaatan limbah. Sekolah setempat juga mengapresiasi kontribusi program dalam mengembalikan semangat belajar siswa.
Dengan pendekatan yang menggabungkan kebersihan lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi, program “Dari Limbah ke Harapan” menunjukkan contoh nyata pengabdian masyarakat yang berkelanjutan, sekaligus memberikan model yang dapat direplikasi di daerah terdampak bencana lain.












