PSPK – 20 Maret 2026 | Platform akuisisi tamu dan manajemen pendapatan hotel SiteMinder melaporkan lonjakan signifikan permintaan wisatawan domestik di Indonesia sepanjang 2025, menandakan pemulihan kuat sektor perjalanan dalam negeri. Dari analisis lebih dari 130 juta pemesanan hotel, pangsa tamu domestik mencapai 48 % pada tahun ini, naik 5,6 poin persentase dari tahun sebelumnya dan menempati posisi tertinggi kedua secara global setelah Kanada.
Sementara itu, pangsa tamu internasional turun menjadi 52 % dari 57 % pada 2024, sehingga komposisi wisatawan domestik dan mancanegara kini hampir seimbang. Pertumbuhan perjalanan domestik tercatat naik 19 % secara tahunan, dan tingkat pembatalan hotel menurun ke 11,38 %, terendah di dunia.
Waktu pemesanan rata‑rata kini hanya 19 hari sebelum check‑in, lebih singkat 7 % dibandingkan tahun sebelumnya dan jauh di bawah rata‑rata global 32 hari. Sekitar 80 % tamu memilih menginap satu malam, melampaui rata‑rata global 74 %. Tarif kamar rata‑rata turun 9,38 % menjadi sekitar Rp1,88 juta.
Fifin Prapmasari, Country Manager SiteMinder Indonesia, menilai perubahan ini mencerminkan antusiasme wisatawan lokal yang ingin menjelajahi destinasi dalam negeri. Ia menambahkan bahwa pola pemesanan yang lebih dekat dengan tanggal menginap, tingkat pembatalan rendah, dan durasi tinggal singkat membuka peluang bagi hotel untuk menyesuaikan harga dan penawaran sesuai preferensi pasar domestik.
Distribusi pemesanan sepanjang tahun menjadi lebih merata. Pada bulan Agustus, pangsa pemesanan sedikit menurun menjadi 9,31 % dari 9,42 % tahun 2024, sementara Juni naik menjadi 8,98 % dari 8,80 % dan Juli mencatat puncak 9,36 %. Januari menunjukkan pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 15 % menjadi 7,69 %, didorong oleh libur Tahun Baru dan perayaan Imlek yang lebih awal.
Dari sisi kanal pemesanan, platform global seperti Booking.com, Expedia Group, dan Agoda tetap mendominasi, namun platform lokal seperti Traveloka dan Tiket.com tetap kuat, mencerminkan kontribusi signifikan wisatawan domestik. Trip.com juga mencatat kenaikan signifikan berkat meningkatnya kunjungan wisatawan asal Tiongkok.
Secara keseluruhan, data ini menegaskan bahwa wisatawan domestik kini menjadi motor utama pemulihan industri perhotelan nasional, sekaligus membuka ruang inovasi bagi hotel dalam strategi pemasaran, penetapan harga, dan layanan.












