Project Seru Penuh Kejutan

Lebaran 2026: Ketua Muhammadiyah Peringatkan ‘Jangan Pamer Makanan’, Ahli Gizi Ungkap Risiko Kesehatan

March 21, 2026 • 0 Views
Lebaran 2026: Ketua Muhammadiyah Peringatkan ‘Jangan Pamer Makanan’, Ahli Gizi Ungkap Risiko Kesehatan
Lebaran 2026: Ketua Muhammadiyah Peringatkan ‘Jangan Pamer Makanan’, Ahli Gizi Ungkap Risiko Kesehatan

PSPK – 21 Maret 2026 | Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 diproyeksikan jatuh pada 20 Maret 2026, bertepatan dengan ekuinoks Maret yang menandai pergantian musim. Momen ini diperkirakan akan menyita perhatian jutaan umat Islam di seluruh Indonesia, terutama di wilayah Sulawesi Selatan, dimana Ketua Muhammadiyah Sulsel menegaskan pentingnya kesederhanaan dalam menyajikan hidangan Lebaran. Ia menolak budaya pamer makanan yang kerap muncul di media sosial, mengingatkan bahwa Lebaran seharusnya menjadi ajang kebersamaan, bukan kompetisi konsumsi.

Seruan Ketua Muhammadiyah Sulsel: Jangan Pamer Makanan

Dalam sebuah pertemuan komunitas Muslim di Makassar, Ketua Muhammadiyah Sulsel menekankan bahwa memamerkan hidangan mewah atau berlimpah dapat menyinggung mereka yang kurang mampu. Ia mengajak seluruh jamaah untuk lebih memusatkan perhatian pada nilai-nilai keagamaan, seperti saling memaafkan, berbagi zakat, dan melaksanakan sholat Idul Fitri secara khusyuk. Menurutnya, kesederhanaan bukan berarti mengurangi rasa syukur, melainkan menyalurkan rasa syukur itu kepada sesama melalui tindakan nyata.

Prof. Sandra Fikawati Ungkap Dampak Kesehatan Jika Terlalu Banyak Makan

Tak lama setelah pernyataan Ketua Muhammadiyah, Prof. Sandra Fikawati, Guru Besar Departemen Gizi Universitas Indonesia, memperingatkan risiko kesehatan yang dapat muncul bila masyarakat tidak mengontrol porsi makan saat Lebaran. Ia menyoroti bahwa konsumsi makanan berlemak, bersantan, serta kue kering dan minuman manis dalam jumlah besar dapat membebani sistem pencernaan, memicu gangguan seperti perut kembung, mual, diare, atau bahkan sembelit.

Berikut rangkuman poin utama yang disampaikan Prof. Sandra:

  • Konsumsi lemak berlebih meningkatkan beban kerja hati dan dapat menaikkan kadar kolesterol serta risiko penyakit jantung.
  • Kadar gula darah dapat melambung tajam akibat makanan manis, berisiko bagi penderita diabetes atau orang berisiko tinggi.
  • Asupan garam tinggi dapat meningkatkan tekanan darah, memperparah hipertensi.
  • Kalori berlebih berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan, kelelahan, dan rasa kantuk berlebihan.
  • Kurangnya cairan dan makan terlalu cepat mengurangi rasa kenyang, memperparah overeating.

Strategi Makan Sehat di Hari Lebaran

Prof. Sandra menawarkan beberapa langkah praktis yang dapat membantu masyarakat menikmati hidangan tradisional tanpa mengorbankan kesehatan:

  1. Batasi porsi: Ambil porsi kecil dari setiap jenis makanan, terutama yang kaya lemak dan gula.
  2. Prioritaskan makanan berserat: Sayur-sayuran rebus atau kukus dapat membantu melancarkan pencernaan.
  3. Minum air putih secukupnya: Setidaknya 8 gelas dalam sehari untuk menjaga hidrasi dan membantu rasa kenyang.
  4. Makan perlahan: Mengunyah dengan baik memberi waktu bagi otak mengenali sinyal kenyang.
  5. Jaga aktivitas ringan: Jalan kaki singkat setelah makan dapat mempercepat metabolisme.

Dengan menerapkan pola tersebut, masyarakat dapat tetap menikmati ketupat, opor ayam, gulai, rendang, dan kue-kue khas Lebaran tanpa menimbulkan beban kesehatan yang signifikan.

Ekuinoks Maret dan Potensi Cuaca Panas

Bertepatan dengan ekuinoks, sebagian ahli meteorologi memperkirakan suhu di beberapa wilayah Indonesia dapat sedikit meningkat pada periode Lebaran 2026. Meskipun tidak ada data definitif, potensi cuaca panas menambah pentingnya hidrasi dan menghindari makanan berat pada siang hari. Kombinasi antara suhu yang lebih tinggi dan pola makan berlebihan dapat memperparah rasa lelah serta mengganggu kualitas tidur.

Kesimpulan

Lebaran 2026 menjadi titik pertemuan antara tradisi religius, budaya kuliner, dan tantangan kesehatan. Seruan Ketua Muhammadiyah Sulsel untuk tidak memamerkan makanan menekankan nilai kepedulian sosial, sementara peringatan Prof. Sandra menyoroti bahaya over-eating bagi tubuh. Dengan mengedepankan kesederhanaan, mengontrol porsi, serta menjaga hidrasi, umat dapat merayakan Idul Fitri secara khidmat, sehat, dan penuh rasa syukur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *