Project Seru Penuh Kejutan
Berita  

Jam Buka Tax Office dan Kuliner Populer Hari Ini: Akhir Pekan Lebih Fleksibel

March 27, 2026 • 0 Views
Jam Buka Tax Office dan Kuliner Populer Hari Ini: Akhir Pekan Lebih Fleksibel
Jam Buka Tax Office dan Kuliner Populer Hari Ini: Akhir Pekan Lebih Fleksibel

PSPK – 27 Maret 2026 | Hari ini warga Jawa Barat, Yogyakarta, dan sekitarnya dapat menikmati layanan publik dan kuliner dengan jam operasional yang lebih panjang, terutama pada akhir pekan. Pemerintah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) secara resmi membuka kembali layanan kantor pajak pada hari Sabtu dan Minggu, sementara beberapa warung bakmi Jawa di kawasan Malioboro, Yogyakarta, melayani pelanggan hingga larut malam. Kebijakan ini memberi ruang bagi wajib pajak yang memiliki jadwal kerja padat serta wisatawan yang mencari santapan khas setelah berkeliling kota.

Jam Buka Kantor Pajak pada Akhir Pekan

Menurut pengumuman resmi DJP Jawa Barat II, kantor wilayah akan melayani wajib pajak setiap hari Sabtu dan Minggu mulai tanggal 28 Februari hingga akhir Maret 2026. Layanan mencakup konsultasi tatap muka, aktivasi EFIN yang terlewat, serta asistensi pengisian formulir SPT Tahunan. Jam operasional khusus akhir pekan ditetapkan dari pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB.

Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Yogyakarta juga mengadakan layanan akhir pekan yang sama, dengan periode yang sama (28 Februari–29 Maret 2026). Informasi tersebut dipublikasikan di akun Instagram resmi @pajakyogyakarta, menegaskan komitmen pemerintah dalam memudahkan pelaporan pajak tanpa mengganggu jam kerja reguler.

Langkah ini bertepatan dengan perpanjangan batas waktu pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi hingga 30 April 2026, yang diumumkan oleh Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto pada konferensi pers 27 Maret 2026. Perpanjangan ini diharapkan menurunkan beban administratif wajib pajak, khususnya mereka yang masih menunggu kesempatan mengunjungi kantor pajak pada akhir pekan.

Jam Operasional Bakmi Jawa di Malioboro

Kawasan Malioboro tetap menjadi magnet kuliner malam, dengan sejumlah warung bakmi Jawa yang menyesuaikan jam buka mereka untuk melayani wisatawan hingga larut. Berikut rangkuman jam operasional utama yang dapat dijadikan acuan bagi pengunjung hari ini:

  • Bakmi Jawa Pak Pele Jogja: Buka pukul 18.00 WIB hingga sekitar 23.30 WIB.
  • Bakmi Jawa Pak Nardi (Jl. Sosrowijayan No.1‑3): Buka dari 18.00 WIB hingga 00.00 WIB, menawarkan menu godog, goreng, dan magelangan.
  • Bakmi Jawa Dagen (Dekat Alun‑Alun Utara): Melayani 18.00‑22.30 WIB dengan pilihan bakmi nyemek dan bakmi rebus.

Semua warung tersebut menggunakan tungku tanah liat berbahan arang, menjaga aroma khas bakmi Jawa yang dipadukan dengan ayam kampung dan telur bebek. Antrean biasanya mulai terbentuk sekitar pukul 18.00 WIB, terutama pada akhir pekan dan hari libur nasional.

Pengaruh Kebijakan WFH ASN pada Jam Kerja Kantor Publik

Kebijakan work‑from‑home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dipilih untuk dilaksanakan setiap Jumat juga berimbas pada jam operasional layanan publik. Meskipun WFH belum diterapkan secara menyeluruh, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa Jumat dipilih karena hari tersebut memiliki jam kerja paling singkat, sehingga dampak pada produktivitas dianggap minimal.

Dengan sebagian pegawai ASN bekerja dari rumah pada hari Jumat, beberapa unit layanan publik, termasuk kantor pajak, dapat menyesuaikan jam buka mereka atau menawarkan layanan daring tambahan. Bagi wajib pajak yang tidak dapat mengunjungi kantor secara fisik, DJP menyediakan portal daring 24 jam yang dapat diakses kapan saja.

Kesimpulan

Hari ini warga dapat memanfaatkan jam operasional yang lebih fleksibel, baik untuk urusan perpajakan maupun kuliner khas Jawa. Kantor pajak menyediakan layanan pada Sabtu dan Minggu dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, sementara warung bakmi Jawa di Malioboro melayani pengunjung mulai pukul 18.00 hingga larut malam. Kebijakan WFH pada hari Jumat menambah dimensi baru dalam pengelolaan jam kerja layanan publik, memberikan pilihan tambahan bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan kombinasi kebijakan ini, diharapkan beban administratif dapat berkurang, sementara sektor kuliner tetap memberikan pengalaman kuliner otentik bagi para wisatawan dan penduduk lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *