PSPK – 07 Maret 2026 | Ramadan 1447 Hijriah (2026 M) memasuki hari ke-17 pada Sabtu, 7 Maret 2026. Umat Muslim di Kota Semarang kembali menantikan azan Maghrib sebagai penanda berbuka puasa setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Untuk memastikan setiap momen ibadah tepat waktu, Kementerian Agama melalui portal bimasislam.kemenag.go.id merilis jadwal imsakiyah dan sholat lima waktu yang telah dihitung secara astronomi.
Jadwal Sholat Lima Waktu di Kota Semarang (7 Maret 2026)
| Waktu | Jam (WIB) |
|---|---|
| Imsak | 04:33 |
| Subuh | 04:43 |
| Dzuhur | 12:07 |
| Ashar | 15:09 |
| Maghrib (Buka Puasa) | 17:58* |
| Isya | 19:21 |
*Jam Maghrib 17:58 WIB didasarkan pada data resmi yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag dan dilaporkan oleh MetroTV News. Beberapa portal lain mencantumkan waktu Maghrib 18:12 WIB; perbedaan ini biasanya disebabkan oleh metode perhitungan atau zona mikro. Bagi warga yang mengandalkan perangkat digital, disarankan mengacu pada aplikasi resmi Kemenag atau website yang menampilkan real‑time penyesuaian.
Makna Praktis di Balik Setiap Waktu
Setiap waktu sholat memiliki fungsi khusus dalam rutinitas Ramadan. Imsak menandai batas akhir sahur, sementara Subuh mengawali puasa hari itu. Dzuhur dan Ashar menjadi jeda istirahat bagi pekerja dan pelajar, sedangkan Maghrib menjadi momen kebersamaan keluarga saat berbuka. Isya menutup hari dengan sholat Tarawih, memperpanjang kehangatan spiritual hingga larut malam.
Petunjuk Praktis Menggunakan Jadwal Imsakiyah
- Setel Alarm Sahur minimal 5‑10 menit sebelum waktu Imsak (04:33 WIB) untuk menghindari keterlambatan.
- Gunakan Aplikasi Pengingat yang terintegrasi dengan data Kemenag; banyak aplikasi lokal menyediakan notifikasi otomatis sebelum setiap azan.
- Periksa Perubahan Musiman setiap minggu, karena pergeseran matahari dapat mempengaruhi selisih menit antara Imsak dan Subuh.
- Jaga Kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi saat sahur dan menghindari makanan berat sesaat sebelum Maghrib.
- Berbuka Secara Sunnah dengan doa “Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsbatal ajru in syaa Allah” yang diriwayatkan oleh Abu Daud.
Bagaimana Masyarakat Semarang Menyikapi Jadwal Ini?
Berbagai komunitas masjid di Semarang, mulai dari Masjid Agung Jawa Tengah hingga masjid‑masjid kecil di daerah pinggiran, telah menyiapkan pengeras suara yang terkoordinasi dengan jadwal resmi. Selain itu, Lembaga MUI setempat menyediakan lembaran cetak dan grup WhatsApp untuk menyebarkan informasi secara real‑time, memastikan tidak ada warga yang terlewatkan azan.
Dengan mengacu pada jadwal resmi, warga dapat melaksanakan ibadah tepat waktu, meminimalisir risiko keterlambatan, dan tetap menjaga kebersamaan sosial selama bulan suci. Jadwal ini tidak hanya sekadar angka, melainkan panduan hidup yang membantu menata aktivitas harian di tengah tantangan modern.
Semoga Ramadan ini menjadi momentum peningkatan keimanan, kedisiplinan, dan kepedulian antar sesama bagi seluruh warga Semarang.












