PSPK – 30 Maret 2026 | Arus balik Lebaran 2026 di lintasan Ketapang‑Gilimanuk terus memuncak, menandai fase tersibuk dalam sejarah penyeberangan Indonesia. Ribuan pemudik berbondong‑bondong menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, untuk menyeberang ke Bali, sementara otoritas pelayaran memperketat koordinasi demi menghindari penumpukan kendaraan.
Operasional 32 Kapal Feriyang Siaga
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang mengerahkan total tiga puluh dua unit kapal feri pada hari puncak H+7, 29 Maret 2026. Dari jumlah tersebut, delapan belas kapal menerapkan skema Tiba‑Bongkar‑Berangkat (TBB) di Dermaga MB‑IV dan Dermaga Bulusan. Pola TBB ini dirancang khusus untuk mengurai kepadatan kendaraan roda empat, sepeda motor, serta truk logistik yang melintas dalam satu hari.
General Manajer Cabang Ketapang, Arief Eko, menegaskan bahwa armada feri beroperasi secara penuh, dengan fokus utama pada keamanan penumpang dan kelancaran arus kendaraan. “Kami terus berkoordinasi dengan regulator, KSOP, BPTD, dan kepolisian untuk menjamin proses penyeberangan tetap terkendali,” ujarnya.
Data Penumpang dan Kendaraan
Statistik resmi menunjukkan lonjakan tajam pada H+6 (28 Maret 2026) dengan 15.781 unit kendaraan dan 49.523 penumpang yang menyeberang dalam satu hari. Pada H+7 (29 Maret 2026) periode 00.00‑12.00 WIB, tercatat 6.401 kendaraan meliputi 3.438 sepeda motor, 2.024 mobil pribadi, 667 truk logistik, dan 272 bus, serta 22.804 penumpang.
Secara kumulatif sejak 22 Maret 2026 hingga pertengahan hari ke-7, sebanyak 97.683 kendaraan (setara 59 % dari total) dan 314.491 penumpang (61 %) telah berhasil kembali ke Bali. Reservasi tiket melalui platform Ferizy mencatat total 148.054 unit kendaraan sejak 11 Maret 2026, dengan 135.256 unit telah terlayani dan 12.798 unit masih dalam perjalanan menuju pelabuhan.
Strategi Pengaturan Arus Kendaraan
- Penerapan Skema TBB: Empat kapal di Dermaga MB‑IV dan tiga kapal di Dermaga Bulusan mengadopsi pola ini untuk memisahkan proses bongkar muat dan keberangkatan, meminimalkan waktu tunggu.
- Armada Siaga Penuh: Semua 32 kapal beroperasi secara maksimal, dengan persiapan bahan bakar, kru, dan perlengkapan keselamatan yang terjamin.
- Koordinasi Lintas Instansi: Sinergi antara ASDP, otoritas pelabuhan, kepolisian, dan badan regulasi memastikan alur lalu lintas kendaraan di dalam dan luar pelabuhan terkelola dengan baik.
Tips Menghindari Ketinggalan Kapal
Bagi pemudik yang ingin memastikan keberangkatan tepat waktu, disarankan untuk memperhatikan jadwal operasional harian, memesan tiket lebih awal melalui aplikasi resmi, serta menyiapkan dokumen identitas dan bukti pembayaran sebelum tiba di pelabuhan. Mengingat tingginya volume kendaraan, antrian dapat memakan waktu lama, terutama pada jam‑jam sibuk.
Selain itu, pemudik disarankan untuk memilih slot keberangkatan yang lebih awal atau memanfaatkan layanan TBB bila tersedia, karena proses bongkar‑muat dipercepat dan kendaraan dapat melanjutkan perjalanan dengan lebih cepat.
Dengan persiapan yang matang dan pemahaman terhadap pola operasional, risiko ketinggalan kapal dapat diminimalkan, sekaligus mendukung kelancaran arus balik Lebaran secara nasional.
Seiring berjalannya hari, arus balik diproyeksikan akan menurun secara perlahan, namun kepadatan masih diperkirakan akan berlanjut hingga awal April 2026. Pihak ASDP tetap berkomitmen untuk menyesuaikan jadwal kapal secara dinamis, memastikan layanan penyeberangan tetap optimal bagi jutaan pemudik yang menantikan pulang ke kampung halaman.












