PSPK – 14 Maret 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi akan bergerak sideways pada perdagangan Jumat, 13 Maret 2026, setelah mengalami penurunan tajam pada hari sebelumnya. Pada penutupan Kamis, 12 Maret, IHSG mencatat penurunan 0,37% ke level 7.362, didorong oleh tekanan jual dan sentimen negatif pada pasar global. Analis memperkirakan pergerakan selanjutnya akan berada di kisaran 7.265‑7.298 sebagai area koreksi terdekat, dengan potensi penguatan kembali di zona 7.573‑7.701.
Analisis Teknikal dan Level Kunci
Herditya Wicaksono dari PT MNC Sekuritas menilai IHSG berada pada gelombang [y] dari wave 4 atau wave (2) pada label merah, yang menandakan pasar masih berada dalam fase koreksi. Ia menyoroti level support penting di 7.226 dan 7.071, serta resistance di 7.577 dan 7.712. Sementara riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menunjukkan area support 7.300‑7.600 dan resistance serupa, memperkuat pandangan bahwa pergerakan akan berfluktuasi dalam rentang sempit.
Rekomendasi Saham Pilihan
Berbagai rumah sekuritas mengeluarkan rekomendasi saham yang dianggap memiliki peluang menguat meski pasar berada dalam fase sideways.
- PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) – dipilih oleh Pilarmas Investindo karena fundamental energi yang kuat dan eksposur pada proyek migas dalam negeri.
- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) – menonjol karena peran strategis dalam infrastruktur gas alam, diperkirakan akan mendapatkan dukungan kebijakan energi nasional.
- PT Bukit Asam Tbk (PTBA) – direkomendasikan oleh kedua sekuritas, mengingat harga batu bara yang stabil dan prospek ekspor yang terus berkembang.
- PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) – disarankan “Buy on Weakness” oleh MNC Sekuritas; saham ini naik 1,38% menjadi Rp3.680 dengan volume pembelian yang tetap tinggi.
- PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Co Tbk (ULTJ) – pilihan lain dari MNC Sekuritas, didukung oleh kinerja penjualan produk susu yang konsisten.
- PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) – tetap menjadi saham defensif dengan dividend yield yang menarik, cocok bagi investor yang menghindari volatilitas.
Performa Sektor pada Hari Jumat
Data perdagangan menunjukkan bahwa seluruh sektor utama tertekan. Sektor dasar dan transportasi mencatat penurunan terbesar sebesar 3,87%, diikuti sektor energi (‑2,86%) dan industri (‑3,46%). Saham-saham konsumer non‑siklikal turun 2,18%, sementara sektor siklikal melemah 3,55%. Kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang relatif menahan tekanan, mencatat penurunan paling kecil di antara semua sektor.
Volume perdagangan tercatat 1,606,804 kali dengan total nilai transaksi mencapai Rp14 triliun. Dolar AS berada pada kisaran Rp16.944 per dolar, menambah tekanan pada nilai tukar dan memperkuat sentimen risiko pada pasar saham.
Strategi Perdagangan Menghadapi Sideways
Dengan perkiraan pergerakan horizontal, para trader disarankan untuk mengadopsi strategi range‑trading. Pada level support 7.265‑7.298, pembelian dapat dipertimbangkan dengan target profit di sekitar level resistance 7.573‑7.701. Bagi investor jangka panjang, penekanan pada saham dengan fundamental kuat seperti MEDC, PGAS, dan PTBA tetap menjadi pilihan utama. Selain itu, saham defensif seperti UNVR dan sektor kesehatan dapat menjadi penyangga portofolio ketika volatilitas meningkat menjelang libur Nyepi dan Lebaran.
Investor juga perlu memperhatikan data eksternal, terutama harga minyak mentah yang kembali menguat setelah ketegangan di Selat Hormuz. Kenaikan komoditas energi biasanya menekan saham-saham konsumer dan meningkatkan beban biaya perusahaan, yang dapat memperdalam koreksi pasar.
Secara keseluruhan, meski IHSG menunjukkan potensi side‑ways pada sesi Jumat, tekanan jual yang masih dominan serta faktor eksternal seperti harga minyak dan kebijakan moneter global tetap menjadi katalis utama. Memilih saham dengan fundamental kuat dan menerapkan manajemen risiko yang disiplin menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil dalam kondisi pasar yang tidak pasti.












