PSPK – 11 Maret 2026 | Pasar minyak global mencatat penurunan pada Rabu dini hari setelah laporan Wall Street Journal mengabarkan Badan Energi Internasional (IEA) mengusulkan pelepasan cadangan minyak terbesar dalam sejarah. Langkah tersebut dimaksudkan untuk menurunkan harga minyak mentah yang terdorong naik akibat ketegangan geopolitik, khususnya konflik antara Amerika Serikat‑Israel dan Iran.
Data perdagangan menunjukkan kontrak berjangka Brent turun 23 sen, atau 0,26 persen, menjadi $87,57 per barel pada pukul 00:23 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat kehilangan 37 sen, atau 0,44 persen, dan diperdagangkan pada $83,08 per barel.
Berikut ringkasan perubahan harga utama:
| Komoditas | Perubahan | Harga Akhir |
|---|---|---|
| Brent | -0,23 USD (-0,26%) | 87,57 USD/barel |
| WTI | -0,37 USD (-0,44%) | 83,08 USD/barel |
Usulan IEA mencakup pelepasan cadangan strategis yang jauh melampaui volume yang pernah dilepaskan sebelumnya. Jika diterapkan, langkah ini dapat menambah pasokan global sebesar ratusan ribu barel per hari, memberikan tekanan turun pada harga yang selama ini dipengaruhi oleh faktor-faktor geopolitik.
Para analis menilai bahwa meski pelepasan cadangan dapat menurunkan harga dalam jangka pendek, keberlanjutan penurunan harga tetap tergantung pada perkembangan konflik di Timur Tengah serta kebijakan produksi OPEC+ yang masih menjadi penentu utama keseimbangan pasar.
Investor dan pelaku industri energi kini menantikan respons resmi dari IEA serta tindakan lanjutan dari negara‑negara produsen utama. Jika IEA berhasil meyakinkan anggota OPEC+ untuk berkoordinasi dalam pelepasan cadangan, pasar dapat mengalami volatilitas yang lebih rendah dan harga minyak berpotensi kembali stabil.












