Project Seru Penuh Kejutan

Harga BBM Non-Subsidi Naik, Dampak Geopolitik Timur Tengah Semakin Dirasakan di Indonesia

March 30, 2026 • 0 Views
Harga BBM Non-Subsidi Naik, Dampak Geopolitik Timur Tengah Semakin Dirasakan di Indonesia
Harga BBM Non-Subsidi Naik, Dampak Geopolitik Timur Tengah Semakin Dirasakan di Indonesia

PSPK – 30 Maret 2026 | Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama potensi pembatasan lalu lintas minyak di Selat Hormuz, telah menimbulkan lonjakan harga minyak mentah dunia. Ekonom Wisnu Wibowo menjelaskan bahwa gangguan pada jalur strategis tersebut langsung memicu kenaikan biaya impor energi bagi negara‑negara importir, termasuk Indonesia.

Akibatnya, PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian tarif BBM non‑subsidi secara bertahap sejak akhir Februari 2026 hingga Maret 2026. Berikut adalah kenaikan harga per liter yang diumumkan:

  • Pertamax: dari Rp11.800 menjadi Rp12.300
  • Pertamax Green (RON 95): dari Rp12.450 menjadi Rp12.900
  • Pertamax Turbo: dari Rp12.700 menjadi Rp13.100
  • Dexlite (Solar non‑subsidi): dari Rp13.250 menjadi Rp14.200
  • Pertamina Dex: dari Rp13.500 menjadi Rp14.500

Sementara itu, harga BBM bersubsidi tetap dipertahankan pemerintah untuk melindungi daya beli masyarakat. Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter dan Solar subsidi Rp6.800 per liter.

Media nasional seperti Kompas.com menyoroti bahwa kenaikan BBM non‑subsidi berhubungan erat dengan tren harga minyak dunia yang dipicu konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok energi. CNBC Indonesia menambahkan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi mendorong harga minyak menembus level tertinggi baru, yang dapat menambah beban pada APBN bila subsidi energi harus diperluas.

Para analis memperingatkan bahwa pergerakan harga BBM di masa depan akan sangat tergantung pada stabilitas politik di kawasan Timur Tengah serta fluktuasi harga minyak mentah global. Jika ketegangan berlanjut, kemungkinan penyesuaian tarif lanjutan tidak dapat dikesampingkan.

Di sisi lain, kebijakan pemerintah untuk menahan dampak inflasi melalui subsidi dan stabilisasi harga menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi domestik, terutama pada sektor transportasi, logistik, serta daya beli konsumen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *