PSPK – 18 Maret 2026 | Serang – Gubernur Banten Andra Soni mengingatkan masyarakat yang akan melakukan mudik Lebaran untuk menempatkan keselamatan dan kesehatan sebagai prioritas utama, serta mempersiapkan segala keperluan perjalanan dengan matang.
Untuk meningkatkan keamanan lingkungan rumah yang ditinggalkan, warga diminta melaporkan rencana keberangkatan mereka kepada pengurus RT dan RW setempat. Menurut Andra, pencatatan ini membantu tetangga mengawasi keadaan rumah selama pemiliknya tidak berada di tempat.
Selain melaporkan ke RT/RW, gubernur menyarankan agar kendaraan pribadi yang tidak akan dibawa dalam perjalanan dititipkan di kantor polisi terdekat. Penitipan kendaraan dianggap efektif untuk mencegah pencurian atau kerusakan selama masa mudik.
- Laporkan diri ke RT/RW sebelum berangkat.
- Titipkan kendaraan yang ditinggalkan di kantor polisi.
- Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima: cek oli, rem, ban, dan lampu.
- Patuhi aturan lalu lintas dan hindari mengemudi saat lelah atau sakit.
- Periksa prakiraan cuaca dan sesuaikan jadwal keberangkatan.
Andra juga menekankan pentingnya kondisi fisik pemudik. Jika merasa lelah atau kurang sehat, sebaiknya menunda perjalanan demi menghindari risiko kecelakaan.
Pemerintah Provinsi Banten telah menyiapkan 94 posko mudik yang tersebar di delapan kabupaten/kota. Posko-posko ini menyediakan tempat istirahat, fasilitas kesehatan, serta layanan pertolongan pertama bagi para pemudik yang membutuhkan.
Gubernur mengapresiasi partisipasi organisasi dan warga yang membantu pendirian posko mudik, serta mengajak semua pihak untuk terus mendukung kelancaran dan keselamatan arus mudik Lebaran.












