Project Seru Penuh Kejutan

Gapasdap Keluhkan Kerugian Kapal Saat Angkutan Lebaran, Minta SKB Logistik Lebih Fleksibel

March 13, 2026 • 0 Views
Gapasdap Keluhkan Kerugian Kapal Saat Angkutan Lebaran, Minta SKB Logistik Lebih Fleksibel
Gapasdap Keluhkan Kerugian Kapal Saat Angkutan Lebaran, Minta SKB Logistik Lebih Fleksibel

PSPK – 13 Maret 2026 | Ketua Umum Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap), Khoiri Soetomo, mengungkapkan kerugian yang dialami operator kapal penyeberangan selama musim mudik Lebaran 2026.

Ia menekankan peran ganda transportasi penyeberangan sebagai angkutan umum massal dan infrastruktur strategis yang berhubungan dengan pertahanan dan keamanan. Namun, tidak seperti moda transportasi lain yang dapat menaikkan tarif hingga dua kali lipat pada puncak musim, operator kapal hanya dapat menggunakan satu tarif, bahkan kapal eksekutif pun harus menjual tiket dengan tarif ekonomi.

Keterbatasan dermaga memaksa sejumlah kapal beroperasi tanpa muatan atau berangkat kosong setelah proses tiba, bongkar, dan kembali berangkat, yang tetap menimbulkan biaya operasional tinggi seperti bahan bakar, oli, dok kapal, gaji kru, dan lain‑lain.

Kerugian per perjalanan bervariasi tergantung ukuran kapal:

  • Kapal kecil: sekitar Rp35 juta per perjalanan.
  • Kapal baru dengan investasi besar: lebih dari Rp100 juta per perjalanan.

Gapasdap juga menyoroti dampak SKB pembatasan kendaraan logistik yang menyebabkan kemacetan panjang di pelabuhan penunjang, contohnya Pelabuhan Bojonegara, sementara Pelabuhan Merak justru sepi. Antrean kendaraan logistik dapat mencapai lima kilometer dan bertahan hingga tiga hari, mengakibatkan sopir truk kehabisan bekal dan beberapa harus dirawat di rumah sakit.

Dengan latar belakang tersebut, Gapasdap meminta pemerintah meninjau kembali kebijakan SKB agar lebih adaptif, sehingga pelayanan kepada pemudik tetap lancar tanpa memaksa kapal penyeberangan beroperasi dalam kondisi merugi. Khoiri menegaskan kesiapan asosiasi untuk mendukung kelancaran angkutan Lebaran sebagai bentuk pengabdian kepada negara, sekaligus berharap kebijakan tetap mempertimbangkan keberlangsungan usaha pelayaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *