Project Seru Penuh Kejutan

Forum Iftar Gathering Bahas Toleransi dan Kepemimpinan Muda di OKI

March 7, 2026 • 0 Views
Forum Iftar Gathering Bahas Toleransi dan Kepemimpinan Muda di OKI
Forum Iftar Gathering Bahas Toleransi dan Kepemimpinan Muda di OKI

PSPK – 07 Maret 2026 | Jakarta – Kedutaan Besar Azerbaijan untuk Indonesia bersama OIC Youth Indonesia dan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan Iftar Gathering pada Kamis, 6 Maret 2026 di Aula PP Muhammadiyah. Acara mengusung tema “Strengthening Connectivity and Values‑Based Smart Power for Tolerance and Harmony in the Islamic World” untuk memperkuat persahabatan serta nilai toleransi dalam dunia Islam.

Presiden OIC Youth Indonesia, Astrid Nadya Rizqita, menekankan bahwa Ramadan lebih dari sekadar menahan diri dari makan dan minum. Menurutnya, bulan suci ini merupakan waktu Al‑Qur’an, kejernihan, penyelarasan kembali, dan refleksi, serta disiplin yang membantu memusatkan perhatian pada hal‑hal penting dalam kehidupan.

Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, menjelaskan fokus dakwah komunitas yang tidak hanya terbatas di mimbar, melainkan meluas ke daerah‑daerah terpencil. Ia menyebutkan upaya outreach dakwah di Papua dan Nusa Tenggara Timur, serta keberadaan perguruan tinggi Muhammadiyah di Sorong yang melayani mayoritas siswa non‑Muslim, menunjukkan inklusivitas pendidikan Muhammadiyah.

Dewan Pembina OIC Youth Indonesia, Beni Pramula, menegaskan bahwa forum ini menjadi wadah mempererat hubungan persahabatan dan kerja sama antarnegara anggota OKI, khususnya antara Indonesia dan Azerbaijan.

Sejarah hubungan Indonesia‑Azerbaijan juga diangkat melalui kajian yang menghubungkan Maulana Malik Ibrahim, salah satu Wali Songo, dengan kawasan Kaukasus. Narasi tersebut mengingatkan bahwa jaringan peradaban Islam telah terjalin sejak berabad‑abad lalu.

Azerbaijan dijadwalkan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi OKI pada tahun 2026, sekaligus pernah menjadi tuan rumah Sidang Umum pertama Islamic Cooperation Youth Forum. Peran aktif negara tersebut dalam diplomasi kepemudaan menegaskan kepercayaan pada generasi muda sebagai motor pembangunan dan penguatan kerja sama OKI.

Para peserta berdiskusi tentang pentingnya memperkuat konektivitas pemuda Muslim lintas negara serta peran organisasi masyarakat sipil dalam diplomasi berbasis nilai. Beberapa poin utama yang disepakati meliputi:

  • Peningkatan program pertukaran pemuda antara negara anggota OKI.
  • Pengembangan inisiatif pendidikan inklusif yang membuka peluang bagi semua kalangan.
  • Penerapan nilai toleransi dan harmoni dalam kegiatan keagamaan dan sosial.
  • Pemanfaatan teknologi cerdas untuk memperluas jaringan dakwah dan kepemimpinan muda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *