PSPK – 22 Maret 2026 | Indonesia diproyeksikan akan mengalami fenomena iklim ekstrem yang disebut Godzilla El Nino mulai pertengahan tahun 2026. Analisis gabungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa fenomena ini akan memperparah kondisi kemarau, terutama bila dipadukan dengan fase IOD Positif.
Apa Itu Godzilla El Nino 2026?
El Nino pada dasarnya adalah pemanasan suhu permukaan laut di bagian ekuator Samudra Pasifik yang menurunkan curah hujan di Indonesia. Versi yang dinamakan Godzilla El Nino merupakan varian super kuat yang diprediksi muncul pada April 2026 dan berlanjut hingga Oktober 2026. IOD Positif—di mana suhu laut di sekitar Sumatera‑Jawa mendingin sementara air hangat terdorong ke barat—akan memperkuat efek penghambatan pembentukan awan hujan.
Karakteristik Musim Kemarau 2026 Menurut BMKG
| Aspek | Proyeksi |
|---|---|
| Datang Lebih Awal | 46,5% zona musim mengalami permulaan kemarau lebih cepat, dimulai dari Nusa Tenggara pada April‑Mei 2026. |
| Kering Lebih Parah | 64,5% wilayah diperkirakan menerima curah hujan di bawah normal, menandakan kondisi sangat kering. |
| Durasi Lebih Panjang | 57,2% area akan mengalami musim kemarau yang lebih lama daripada rata‑rata historis. |
| Puncak Kemarau | Agustus 2026 menjadi bulan puncak bagi 61,4% wilayah, lebih awal dibandingkan pola biasa. |
Dampak Regional
Pengaruhnya tidak merata; terdapat kutub iklim antara selatan dan utara ekuator.
- Ancaman Kekeringan di Selatan Ekuator – Daerah selatan seperti Pantura di Jawa, bagian selatan Sumatera, NTB, NTT, dan Papua selatan diprediksi mengalami krisis air bersih, penurunan debit bendungan, dan potensi gagal panen masif.
- Potensi Banjir di Utara Ekuator – Sebaliknya, wilayah utara seperti Sumatera bagian utara‑barat serta Kalimantan tengah dapat mengalami curah hujan tinggi yang tidak biasa pada musim kemarau, meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor.
Langkah Antisipasi
- Penyiapan Cadangan Air – Masyarakat di zona rawan kekeringan disarankan mengelola penggunaan air secara efisien dan memanfaatkan penangkapan air hujan selama masa transisi.
- Mitigasi Pertanian – Petani terutama di daerah pantura perlu menyesuaikan pola tanam, memilih varietas tahan kering, atau beralih ke tanaman palawija untuk mengurangi risiko gagal panen.
- Kewaspadaan Bencana Ganda – Pemerintah daerah di wilayah utara harus memastikan kesiapan infrastruktur drainase dan sistem peringatan dini guna menghadapi potensi banjir anomali.
Dengan persiapan yang tepat, dampak negatif Godzilla El Nino 2026 dapat diminimalisir, melindungi ketahanan pangan, ketersediaan air bersih, dan keselamatan masyarakat.










