Project Seru Penuh Kejutan
Nature  

Waspada Fenomena El Nino Godzilla, Ini Hal-hal yang Harus Kamu Tahu!

April 14, 2026 • 0 Views
Waspada Fenomena El Nino Godzilla, Ini Hal-hal yang Harus Kamu Tahu!
Waspada Fenomena El Nino Godzilla, Ini Hal-hal yang Harus Kamu Tahu!

PSPK – 14 April 2026 | Indonesia kini bersiap menghadapi ancaman iklim yang diprediksi akan berlangsung dari April hingga Oktober 2026. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkirakan fenomena yang dijuluki “El Nino Godzilla” akan memperpanjang musim kemarau dan menimbulkan dampak luas bagi sektor pertanian, kebakaran hutan, serta ekosistem laut.

El Nino merupakan pemanasan suhu permukaan laut di wilayah tengah‑timur Samudra Pasifik. Bila peningkatan suhu melebihi 2‑3°C dan bertahan lama, fenomena ini disebut “Godzilla” untuk menekankan intensitas yang luar biasa. Kombinasi dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif dapat memperparah kondisi kering.

Penyebab utama adalah melemahnya atau berbaliknya angin pasat, sehingga air hangat mengalir kembali ke Amerika Selatan. Pemanasan global memperkuat akumulasi panas ini, menjadikan El Nino lebih kuat dan sulit diprediksi.

Sejarah mencatat tiga episode kuat sebelum 2026: tahun 1982, 1997, dan 2015. Semua episode tersebut menyebabkan kekeringan ekstrem, kebakaran hutan, dan penurunan produksi beras. Pada 2023, produksi beras nasional turun lebih dari 0,44 juta ton dan lebih dari 23.000 ha sawah terdampak.

Dampak utama El Nino Godzilla

  • Kekeringan panjang: Curah hujan menurun drastis, mengurangi debit air di bendungan dan sungai.
  • Krisis pertanian: Tanaman padi dan komoditas lainnya gagal tumbuh, berpotensi memicu kenaikan harga pangan.
  • Kebakaran hutan dan lahan: Tanah kering mudah terbakar, meningkatkan risiko kabut asap yang mengganggu kesehatan dan transportasi udara.
  • Gangguan ekosistem laut: Pemanasan laut menyebabkan pemutihan karang dan menurunkan hasil tangkapan nelayan.

Beberapa wilayah masih mengalami hujan karena Indonesia berada dalam fase transisi musim. Pakar geofisika dan meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, menegaskan bahwa hujan sporadis tidak menolak tren suhu laut yang meningkat, yang menjadi sinyal awal El Nino.

Untuk mengurangi dampak, pemerintah dan masyarakat disarankan melakukan langkah-langkah mitigasi seperti menghemat penggunaan air, menyesuaikan kalender tanam, memperketat pengawasan hutan, serta meningkatkan kesiapsiagaan daerah pesisir terhadap pemutihan karang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *