PSPK – 29 Maret 2026 | Medan – Sejumlah puluhan wisatawan terdampar di Pulau Salah Namo baru-baru ini mendorong Pemerintah Kabupaten Batu Bara, melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Porabudpar), mengeluarkan surat himbauan untuk memastikan penyelenggaraan kegiatan wisata laut yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
Insiden terjadi ketika sebuah kapal motor yang dipimpin oleh Amirul Taufik (36) menabrak batu karang di bibir Pulau Salah Namo. Kapal tersebut karam, namun seluruh 64 penumpang yang berasal dari Medan dan Pekanbaru berhasil selamat dengan berenang ke pulau terdekat.
Menanggapi kejadian tersebut, Porabudpar Batu Bara menerbitkan surat nomor 500.13/0595/2026 yang ditujukan kepada semua travel agent dan operator kapal wisata yang melayani rute menuju Pulau Salah Namo, baik dari Dermaga Tanjung Tiram maupun titik pemberangkatan lainnya. Surat himbauan memuat beberapa ketentuan wajib yang harus dipatuhi, antara lain:
- Tanggung jawab penuh nahkoda terhadap keselamatan penumpang selama perjalanan.
- Kelengkapan peralatan keselamatan seperti pelampung, alat pemadam kebakaran, dan perangkat navigasi yang berfungsi dengan baik.
- Kewajiban wisatawan untuk mengenakan jaket pelampung selama berada di atas kapal.
- Pemeriksaan kelayakan armada (ramp check) sebelum kapal beroperasi.
- Prosedur keselamatan pelayaran yang harus diikuti oleh nahkoda dan awak kapal, termasuk memastikan kondisi kapal dalam keadaan layak berlayar.
- Larangan keras atas praktik kelebihan muatan (overload) yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
- Ketersediaan life jacket dalam jumlah cukup dan penggunaannya oleh setiap penumpang.
- Kondisi kesehatan nahkoda dan awak yang harus bebas dari pengaruh alkohol maupun narkoba.
Pemerintah Kabupaten Batu Bara menekankan bahwa semua pelaku usaha wisata wajib melaksanakan himbauan ini secara disiplin. Langkah tersebut tidak hanya bertujuan mencegah terulangnya kecelakaan serupa, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas layanan pariwisata di daerah tersebut.
Dengan penerapan standar keselamatan yang ketat, diharapkan Pulau Salah Namo kembali menjadi destinasi wisata laut yang menarik dan aman bagi para pengunjung.












