PSPK – 18 Maret 2026 | Medan – Suasana pagi di Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan terasa berbeda ketika civitas akademika berkumpul di gerbang kampus menanti kedatangan rektor baru.
Di tepi jalan tampak sebuah sado merah berhiaskan anyaman warna‑warna, menandakan bahwa hari itu bukan sekadar hari kerja biasa, melainkan hari penyambutan Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap, M.Ag. beserta istrinya, Dr. Juni Wati Sri Rizki, S.Sos., M.A.
Prosesi dimulai dengan naik sado, simbol tradisi Batak Angkola, menuju gedung rektorat. Selama perjalanan, para dosen, tenaga kependidikan, dan pimpinan fakultas memberikan sambutan hangat serta melambaikan tangan kepada pasangan rektor yang tampak antusias.
Sesampainya di depan kantor rektorat, Prof. Sumper Mulia Harahap turun dari sado dan disambut langsung oleh rektor lama, Prof. Dr. H. Muhammad Darwis Dasopang, M.Ag., serta Ketua Senat universitas. Upacara berlanjut dengan prosesi pengulosan, di mana rektor lama bersama istri mengulosi pasangan baru menggunakan kain ulos Batak Angkola, melambangkan penerimaan amanah dan doa‑doa untuk kepemimpinan yang akan datang.
- Naik sado sebagai tanda penghormatan budaya lokal.
- Pengulosan sebagai simbol serah terima tanggung jawab.
- Silaturahmi di ruang rektorat untuk mempererat hubungan internal.
Setelah prosesi adat, rombongan berpindah ke ruang rektorat untuk sesi serah terima jabatan. Di sana, para pimpinan, tamu undangan, dan perwakilan mahasiswa berdiskusi singkat mengenai visi‑misi baru yang akan dibawa oleh rektor baru. Suasana menjadi lebih tenang, namun tetap hangat, mencerminkan harapan kolektif seluruh civitas akademika.
Acara penutupan menegaskan bahwa kepemimpinan baru tidak hanya dilaksanakan secara administratif, melainkan juga diresapi dalam nilai‑nilai kebersamaan, tradisi, dan moralitas yang telah lama dijunjung tinggi oleh UIN Syahada Padangsidimpuan. Diharapkan, dengan semangat tersebut, universitas dapat terus berkembang menjadi institusi pendidikan tinggi Islam yang unggul, berakar pada budaya lokal, dan berinovasi dalam bidang akademik.












