PSPK – 23 Maret 2026 | Delivery Hero, perusahaan asal Jerman yang bergerak di bidang layanan pengiriman makanan online, mengumumkan bahwa ia telah menandatangani kesepakatan penjualan unit bisnisnya di Taiwan kepada Grab Holdings dengan nilai transaksi sebesar $600 juta. Kesepakatan ini diumumkan pada Senin dan menjadi langkah strategis utama bagi perusahaan dalam merestrukturisasi portofolionya.
Hasil penjualan sebesar $600 juta akan dialokasikan untuk pelunasan utang perusahaan, sebagaimana dinyatakan dalam pernyataan resmi Delivery Hero. Langkah ini diambil setelah perusahaan berada di bawah tekanan signifikan dari para pemegang saham yang menuntut perbaikan kinerja dan peninjauan kembali strategi operasional. Saham Delivery Hero sendiri telah kehilangan hampir sepertiga nilainya selama tahun ini, menambah urgensi tindakan tersebut.
Transaksi penjualan diproyeksikan akan selesai pada paruh kedua tahun ini, dengan Grab Holdings sebagai pembeli utama. Grab, yang telah memperluas layanannya di wilayah Asia Tenggara, melihat akuisisi ini sebagai peluang untuk memperkuat posisi di pasar Taiwan.
Rangkuman Kesepakatan
| Item | Detail |
|---|---|
| Penjual | Delivery Hero (Jerman) |
| Pembeli | Grab Holdings |
| Nilai Transaksi | $600 juta |
| Tujuan Penggunaan Dana | Pelunasan utang |
| Perkiraan Penutupan | Paruh kedua 2024 |
Penjualan unit di Taiwan diharapkan memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak. Bagi Delivery Hero, likuiditas tambahan dapat memperbaiki struktur keuangan dan memungkinkan fokus pada pasar inti yang lebih menguntungkan. Sementara bagi Grab, akuisisi ini memperluas jaringan layanan pengiriman makanan, meningkatkan basis pelanggan, dan memperkuat posisinya dalam persaingan pasar makanan cepat saji digital di wilayah Asia.
Langkah ini juga mencerminkan tren konsolidasi di industri food delivery, di mana pemain besar berupaya mengakuisisi atau menjual aset untuk mengoptimalkan portofolio mereka dalam menghadapi tekanan margin dan persaingan harga. Keputusan Delivery Hero untuk keluar dari pasar Taiwan dapat menjadi sinyal bagi perusahaan lain untuk menilai kembali eksposur mereka di pasar-pasar yang dianggap kurang strategis.












