PSPK – 09 Maret 2026 | Jakarta kembali dilanda banjir hebat pada Minggu, 8 Maret 2026, setelah mencatat curah hujan setinggi 264 mm dalam 24 jam, angka yang termasuk dalam kategori sangat tinggi menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hujan lebat yang berlangsung hampir sepanjang hari sejak Sabtu, 7 Maret, menyebabkan genangan air meluas hingga menenggelamkan jalan‑jalan utama, menenggelamkan 16 RT dan dua ruas jalan di Jakarta Barat, serta memicu evakuasi ribuan warga.
Lokasi Terparah dan Dampaknya
Beberapa kawasan yang paling terdampak antara lain Daan Mogot, DI Panjaitan, serta wilayah‑wilayah di Jakarta Barat yang masih dipenuhi air pada pagi hari berikutnya. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat bahwa 16 RT (Rukun Tetangga) dan dua ruas jalan utama masih tergenang pada pukul 08.00 WIB, menghambat mobilitas penduduk dan mengganggu aktivitas ekonomi.
| Kawasan | Status | Keterangan |
|---|---|---|
| Daan Mogot | Genangan Tinggi | Pompa air portabel sudah beroperasi sejak malam sebelumnya. |
| DI Panjaitan | Genangan Sedang | Pemompaan terus dilakukan, lalu lintas masih dapat dilalui. |
| Jakarta Barat (16 RT) | Tergenang | Beberapa titik masih belum bebas air, diperkirakan akan selesai dalam 24‑48 jam. |
Menurut Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, kondisi hujan ekstrem tidak hanya terbatas pada ibukota, melainkan juga meluas ke daerah penyangga seperti Bogor dan Tangerang. “Air yang mengalir dari wilayah‑wilayah tersebut menambah volume air yang masuk ke jaringan drainase Jakarta, sehingga memperparah situasi,” ujar Pramono dalam konferensi pers di Bundaran HI.
Upaya Penanggulangan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengerahkan lebih dari 1.200 pompa air, termasuk pompa portabel yang dipindahkan ke titik‑titik rawan genangan. Koordinasi intensif dilakukan antara Gubernur dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) serta OPD terkait. “Dari semalam saya sudah langsung berkoordinasi dengan jajaran, terutama SDA. Bahkan dari semalam sebenarnya beberapa spot sudah dilakukan pemompaan,” terang Pramono.
Selain pemompaan, otoritas setempat menyiapkan tim relawan untuk membantu evakuasi, serta menyalurkan bantuan darurat berupa makanan, air bersih, dan perlengkapan medis kepada warga yang terdampak. Jalan‑jalan utama yang tersumbat dibuka secara bertahap dengan bantuan truk‑truk pengangkut pasir untuk mempercepat proses pengeringan.
Penyebab Banjir yang Berulang
- Curah hujan ekstrem 264 mm dalam 24 jam.
- Penurunan kapasitas saluran drainase akibat penyumbatan sampah.
- Pengembangan lahan yang mengurangi area resapan air alami.
- Keterbatasan infrastruktur pompa yang tidak mampu menampung volume air tinggi secara simultan.
Para ahli lingkungan menekankan pentingnya pengelolaan tata ruang yang lebih berkelanjutan, termasuk penambahan ruang hijau, revitalisasi sungai, dan peningkatan sistem peringatan dini. “Jika tidak ada perbaikan struktural, banjir akan terus menjadi fenomena musiman yang merugikan ekonomi dan kesehatan masyarakat,” ujar Dr. Rina Setiawan, pakar hidrologi dari Universitas Indonesia.
Proyeksi dan Tindakan Selanjutnya
BMKG memperkirakan intensitas hujan akan tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan, terutama pada wilayah selatan dan barat DKI Jakarta. Pemerintah berencana menambah lagi jumlah pompa portabel serta mempercepat proses pembersihan selokan di area‑area rawan. Selain itu, Gubernur mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air dan melaporkan titik‑titik penyumbatan melalui aplikasi “Jakarta Smart City”.
Dengan kombinasi upaya teknis, koordinasi lintas‑instansi, serta partisipasi aktif warga, diharapkan dampak banjir dapat diminimalisir. Namun, tantangan jangka panjang tetap ada, mengingat perubahan iklim yang meningkatkan frekuensi hujan ekstrem di wilayah tropis.
Sejauh ini, pihak berwenang terus memantau situasi dan berkomitmen untuk memberikan update terkini melalui kanal resmi DKI Jakarta. Warga diimbau tetap waspada, mengikuti arahan evakuasi, serta menyiapkan kebutuhan dasar bila terjadi penurunan kondisi lebih lanjut.












