Project Seru Penuh Kejutan
Berita  

Banjir Bojonegara Serang Jadi Sorotan, Dr. Fadlullah Serukan Evaluasi Tata Kelola Lingkungan di Banten

March 8, 2026 • 0 Views
Banjir Bojonegara Serang Jadi Sorotan, Dr. Fadlullah Serukan Evaluasi Tata Kelola Lingkungan di Banten
Banjir Bojonegara Serang Jadi Sorotan, Dr. Fadlullah Serukan Evaluasi Tata Kelola Lingkungan di Banten

PSPK – 08 Maret 2026 | Awal pekan ini, tepatnya pada dini hari tanggal 8 Maret 2026, wilayah Bojonegara di Kabupaten Serang kembali dilanda banjir yang menimbulkan kepanikan dan kerugian material bagi warga setempat. Air yang meluap membawa lumpur menggenangi permukiman saat banyak penduduk sedang beristirahat setelah melaksanakan ibadah Ramadan.

Akademisi dan pengamat lingkungan, Dr. Fadlullah, menegaskan bahwa kejadian ini harus dijadikan momentum refleksi bagi pemerintah daerah dalam menata kembali pengelolaan lingkungan. Menurutnya, banjir bukan sekadar akibat curah hujan tinggi; hujan merupakan fenomena alami yang telah ada sejak bumi diciptakan. Apa yang berubah adalah cara manusia mengelola sumber daya alam.

Dr. Fadlullah mengajak Gubernur Banten, para pejabat provinsi, hingga Bupati Serang untuk meninjau kondisi hulu sungai, khususnya di kawasan Gunung Santri. Ia menyoroti perubahan tutupan lahan di daerah perbukitan yang kini semakin terdegradasi. Penurunan vegetasi dan berkurangnya kemampuan tanah menyerap air mempercepat aliran hujan ke wilayah hilir, sehingga meningkatkan potensi banjir.

Selain masalah hulu, perhatian juga diarahkan pada wilayah pesisir Banten yang semakin tertekan oleh proyek‑proyek pembangunan dan kepentingan ekonomi. Pelabuhan rakyat tradisional yang dulu menjadi tempat berlabuh perahu nelayan kini mulai terpinggirkan, mengancam mata pencaharian komunitas pesisir.

Berikut beberapa poin rekomendasi yang diutarakan:

  • Peninjauan ulang seluruh izin eksploitasi sumber daya alam di wilayah hulu dan pesisir.
  • Peningkatan pengawasan terhadap aktivitas yang dapat merusak ekosistem gunung, hutan, dan laut.
  • Pemulihan fungsi ekologis kawasan hutan dan daerah aliran sungai melalui program reboisasi dan konservasi tanah.
  • Pemberdayaan ekonomi nelayan dengan revitalisasi pelabuhan rakyat dan fasilitas penunjang.
  • Pengembangan kebijakan tata kelola lingkungan yang bersifat jangka panjang, bukan sekadar respons darurat.

Dr. Fadlullah menekankan bahwa langkah-langkah tersebut harus diambil bersama, mengingat dampak lingkungan akan dirasakan oleh generasi mendatang. Ia berharap para pemimpin daerah dapat mengubah peringatan alam ini menjadi aksi nyata untuk menjaga keseimbangan ekosistem, sehingga gunung tetap hijau, sungai tetap mengalir, dan laut tetap menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat pesisir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *